Sukses

Ajari Anak Membaca Sesuai dengan Usianya

Ketika Bunda ingin mengajari anak membaca, tentu Bunda harus menyesuaikannya dengan tahapan usianya. Baca penjelasan lengkapnya di sini.
Kebanyakan orangtua menginginkan anaknya memiliki prestasi cemerlang di sekolah. Saat ini banyak sekolah yang mensyaratkan kemampuan membaca agar dapat diterima di sekolah tersebut. Kondisi ini membuat para orangtua merasa cemas dan berlomba-lomba untuk mengajarkan anaknya membaca. Apalagi, di kota besar tidak sulit ditemukan kursus baca tulis bagi anak. 

Tapi perlu diketahui, seperti dengan kemampuan lainnya, kemampuan membaca juga berkembang sesuai dengan tahapan usia. Berikut ini penjelasan mengenai perkembangan membaca anak sesuai dengan usianya:

Usia 2-4 tahun

Pada usia 2-3 tahun umumnya anak sudah bisa mengatakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah bisa menggunakan kalimat dengan 2-3 kata, dan mendekati usia 3 tahun ia sudah dapat menggunakan kalimat tanya. Sedangkan pada usia 4 tahun, orang lain sudah dapat mengerti kalimat yang diucapkannya. Anak juga sudah dapat mengungkapkan sebuah cerita.

Untuk memperbanyak kosakata anak, Bunda dapat membacakan buku cerita. Selain itu, membacakan buku cerita juga dapat menumbuhkan minatnya untuk membaca pada kemudian hari.

Usia 4-5 tahun

Usia ini adalah saat yang tepat untuk mengajarkan anak ajaran dasar membaca, yaitu tahapan pre-reading skills. Pre-reading skills merupakan usia menjelang anak masuk TK dan mendapat pelajaran membaca pertama di sekolah.

Pre reading skills dapat dilatih dengan mengenalkan huruf dan angka kemudian mengeja suku kata.  Ketika sudah dapat mengeja suku kata, maka biasanya setelah itu anak mulai bisa membaca kata sederhana (misalnya mama, buku, dan mata).

Usia 6-7 tahun

Pada rentang umur ini anak semakin mahir dalam membaca. Anak umumnya sudah mampu membaca kata-kata yang sulit seperti mangga, angkat, dan minyak. Dan biasanya ia tidak perlu lagi mengeja terlebih dahulu. Anak pun sudah bisa membaca sendiri buku cerita yang sederhana.

Berikan variasi buku untuk dibaca sebanyak mungkin. Sesuaikan dengan kesukaannya, sehingga anak akan semakin rajin membaca. Berbagai perpustakaan umum juga bisa digunakan sebagai salah satu sumber buku.

Usia 7-8 tahun

Pada usia ini anak umumnya sudah bisa membaca sendiri dengan lancar. Perbanyak pengetahuan dan kosakata anak dengan memberinya berbagai pilihan buku bacaan. Selain itu, anak usia ini sudah memiliki preferensi topik bacaan seperti mengenai binatang, luar angkasa, sains, dan sebagainya.

Ketika seorang anak belum mampu membaca kata sederhana menjelang masuk SD, tidak usah terlalu khawatir. Penelitian yang dilakukan oleh Velluntino dkk mengatakan bahwa anak dengan kemampuan membaca yang terlambat ketika TK sampai dengan kelas 2 SD memiliki respons IQ yang tidak berbeda dengan anak yang lebih mahir membaca pada usia tersebut.

Memang, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan seorang anak sulit belajar membaca seperti disleksia, disgrafia, gangguan bahasa reseptif, dan gangguan pemusatan perhatian. Karena itu, tidak ada salahnya juga Bunda mengonsultasikan kondisi anak dengan psikolog atau dokter anak.

0 Komentar

Belum ada komentar