Sukses

Mengapa Bermain Puzzle Sangat Baik untuk Anak?

Puzzle dikenal sebagai salah satu permainan asah otak yang dapat digunakan sebagai media belajar anak. Yuk, telusuri manfaat puzzle bagi anak di sini!
Bermain tidak hanya menjadi suatu kebiasaan yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga merupakan suatu kebutuhan. Dengan bermain anak menjadi terstimulasi sekaligus bersosialisasi dengan sekitarnya. Dalam hal ini Ayah dan Bunda perlu mengarahkan jenis dan tipe permainan anak, sehingga selain mendapatkan aktivitas fisik yang cukup, ia juga dapat belajar secara optimal dengan media permainannya.

Puzzle dikenal sebagai salah satu permainan asah otak yang dapat digunakan sebagai media belajar anak sekaligus menstimulasi perkembangan otaknya.

Sebenarnya, apa saja manfaat yang bisa didapatkan anak dengan bermain puzzle?

1. Meningkatkan kemampuan berpikir, nalar bentuk, ruang serta daya ingat

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nouchi R dkk pada tahun 2013, terbukti bahwa puzzle memang berperan untuk perkembangan otak. Puzzle dapat meningkatkan konsentrasi serta kemampuan nalar bentuk dan ruang. Selain itu, puzzle dan permainan asah otak sejenis juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif, daya ingat, dan kecepatan berpikir.

Hasil penelitian tersebut memperkuat penelitian sebelumnya oleh Levine SC dkk tahun 2012, yang menyatakan bahwa puzzle bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan ubah bentuk.

2. Mengasah motorik halus

Tidak hanya mengasah kemampuan otak, puzzle juga ternyata memiliki manfaat dalam melatih kemampuan motorik halus anak. Ia diajarkan untuk mengambil serpihan-serpihan puzzle yang terpisah-pisah dengan tangannya. Selain kemampuan motorik, dengan bermain puzzle kemampuan koordinasi otak dan tangannya juga ikut terasah, termasuk ketika anak membayangkan potongan gambar mana yang harus ia ambil untuk melengkapi puzzle-nya.

3. Belajar men-setting target

Ketika puzzle-nya telah terselesaikan, anak memiliki kepuasan tersendiri karena ia dapat mencapai target yang ia inginkan pada awal permainan. Tercapainya target ini membuat anak lebih percaya diri dan bersemangat.

Lantas, mulai usia berapa puzzle dapat mulai diperkenalkan kepada anak?

Tidak ada panduan khusus terkait berapa usia anak yang bisa mulai diperkenalkan puzzle. Namun, pada anak yang masih kecil di mana ia masih sering memasukkan benda-benda ke mulutnya, sebaiknya pilih puzzle dengan ukuran besar dan sederhana untuk menghindari bahaya tersedak saat bermain.

0 Komentar

Belum ada komentar