Sukses

Seimbangkan Nutrisi dan Stimulasi Agar Perkembangan Anak Optimal

Perkembangan otak anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan pertama kehidupannya perlu mendapat perhatian yang cukup. Apabila perkembangan otak anak baik, ia pun dapat tumbuh secara lebih optimal.

Otak manusia berkembang sejak dalam kehamilan sampai dengan dewasa. Namun, tahukah Bunda bahwa hubungan antar saraf di otak tidak sepenuhnya terhubung ketika baru saja dilahirkan? Pembentukan hubungan antar saraf merupakan proses yang berkembang secara berkesinambungan melalui aktivitas yang dilakukan oleh anak – misalnya bermain, membaca buku, berinteraksi dengan orang sekitar dan belajar bertanggung jawab terhadap sesuatu.

Untuk perkembangan otak anak yang optimal, ada beberapa hal yang dibutuhkan antara lain stimulasi yang tepat, aktivitas yang menyenangkan, mainan edukatif, dan asupan nutrisi yang tepat. Apa sajakah sumber nutrisi yang dibutuhkan selama perkembangan otak?

Sistem saraf pusat kaya akan turunan dua asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Omega-3 seperti asam linolenat, EPA, dan DHA; serta omega-6 seperti asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh rantai panjang yang berfungsi sebagai anti-peradangan dan anti-pembekuan di dalam pembuluh darah. Keduanya berperan penting dalam mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah pada masa yang akan datang. Kekurangan asupan omega-3 akan mengakibatkan gangguan penglihatan dan perilaku belajar.

Kebutuhan angka asam alfa-linolenat dan asam linoleat terangkum dalam tabel berikut ini:

Asam lemak

esensial

Persen terhadap energi total

 

Anak 1-3 tahun

Anak 4-9 tahun

Asam alfa-linolenat

0.7

0.9

Asam linoleat

7.0

10.0

Omega-3 seperti asam linolenat banyak terdapat pada minyak ikan, ikan laut dalam seperti lemuru, tuna, salmon, dan cod. Omega-3 juga bisa didapatkan dari minyak kanola, minyak kedelai, minyak zaitun dan minyak jagung. Sedangkan omega-6 seperti asam linoleat banyak terdapat dalam minyak nabati, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak biji kapas dan minyak safflower.

Selain dari sumber makanan yang tepat, stimulasi juga berperan penting bagi perkembangan otak anak. Untuk itu, aktivitas bermain perlu Bunda maksimalkan, karena sangat bermanfaat bagi pembentukan emosi, kognitif, fungsi sosial, dan kondisi fisik yang optimal. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa bermain bebas akan mematangkan lobus frontal dari otak, di mana area lobus frontal ini berperan dalam kreativitas, empati, dan fungsi kontrol diri seseorang.

0 Komentar

Belum ada komentar