Sukses

Jenis-Jenis Diet yang Tidak Baik untuk Kesehatan

Diet yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan. Percuma saja tubuh Anda langsing, tapi kesehatan Anda taruhannya, bukan?

Diet sudah. Olahraga sudah. Namun berat badan masih saja tak kunjung turun. Jarum timbangan tak juga bergeser ke kiri. Anda pun mulai frustrasi. Akhirnya Anda pun "menghalalkan" segala cara untuk memangkas lemak di tubuh melalui cara-cara diet yang ternyata tidak baik untuk kesehatan Anda. Diet apa sajakah itu?

  • Diet detoks

Diet detoks adalah diet dengan mengonsumsi cairan saja (biasanya jus atau minuman tertentu) tanpa adanya atau hanya sedikit mengonsumsi makanan padat. Apakah berat badan Anda akan turun? Tentu saja. Namun, diet ini tidak aman dan tidak baik untuk kesehatan karena Anda akan kehilangan berbagai nutrisi penting untuk tubuh.

Saat Anda kembali pada pola makan semula dan mengonsumsi makanan padat, berat badan Anda pun akan ikut melonjak. Selain itu, efek lainnya adalah Anda menjadi lebih lesu, tidak berenergi, susah fokus dan sulit beraktivitas.

  • Diet tinggi protein

Diet tinggi protein merupakan diet dengan mengonsumsi makanan tinggi protein, misalnya daging, telur, dan keju. Selintas mungkin terlihat sehat dengan banyaknya asupan protein yang masuk. Ketika Anda tidak mengonsumsi karbohidrat, Anda akan kehilangan berat badan lebih cepat karena Anda kehilangan air. Jadi, tanpa tambahan karbohidrat, tubuh akan membakar lemak lebih cepat untuk menjadi energi. Hal ini disebut juga dengan ketosis. Ketosis dapat menyebabkan nyeri kepala, gelisah, mual, gangguan ginjal dan berdebar-debar.

American Heart Association sendiri tidak merekomendasikan diet tinggi protein. Mengonsumsi daging berlemak dan produk olahan susu dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda dan risiko serangan jantung. Protein memang baik untuk tubuh. Namun, pilihlah sumber protein dengan kandungan kalori yang rendah seperti ayam atau ikan.

  • Diet sangat rendah kalori

Diet dengan kalori yang sangat rendah (kurang dari 1000 kalori per hari), sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Ketika Anda melakukan diet ini, berat badan Anda memang akan langsung turun. Namun, metabolisme Anda akan ikut menurun karena asupan makanan yang Anda konsumsi juga terlampau sedikit. Akibatnya setelah diet selesai, tubuh akan membakar kalori lebih lambat dibandingkan biasanya. Alhasil, berat badan pun akan mengalami peningkatan lagi.

  • Obat pencahar

Obat pencahar ditujukan hanya untuk Anda yang mengalami masalah susah buang air besar. Obat pencahar bukanlah alternatif untuk menurunkan berat badan. Jika Anda menggunakan obat pencahar terus-menerus untuk menurunkan berat badan, maka Anda akan berisiko mengalami dehidrasi dan "ketergantungan" pada obat pencahar. Selain itu, efek samping dari pemakaian laksatif terus-menerus adalah gangguan saluran pencernaan, diare, dan kram pada perut.

0 Komentar

Belum ada komentar