Sukses

5 Mitos Seputar Nyeri Otot

Banyak sekali mitos soal nyeri otot yang keliru dan perlu diluruskan. Apa sajakah?

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri otot biasa dialami setelah berolahraga, terutama jika Anda sudah lama tidak menggerakkan tubuh. Bila sudah demikian, biasanya orang akan langsung berhenti berolahraga, karena nyeri otot dianggap bisa membuat kondisi lebih parah.

Benarkah demikian? Yuk, ketahui fakta dari beberapa mitos nyeri otot di sini.

  1. Nyeri otot setelah berolahraga disebabkan oleh penumpukan asam laktat.

    Nyeri otot yang terjadi setelah berolahraga diakibatkan oleh robekan kecil pada jaringan. Untuk mengatasi masalah ini, obat antinyeri yang dijual bebas dapat digunakan.

  2. Otot yang nyeri harus benar-benar diistirahatkan agar tidak semakin parah.

    Faktanya, bergerak dan meregangkan tubuh akan membuat otot-otot lebih rileks. Namun, jika ada otot yang cedera, pergerakan tubuh tentu harus dilakukan dengan lebih berhati-hati.

  3. Hindari olahraga jika sedang mengalami nyeri otot.

    Olahraga dalam intensitas yang benar dapat bermanfaat bagi keluhan nyeri otot Anda. Apa yang dimaksud dengan intensitas yang benar? Saat otot sedang nyeri dan ingin berolahraga, lakukanlah secara bertahap—misalnya memulai lari dari jarak pendek ketimbang langsung lima kilometer. Jangan lupa untuk pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berolahraga.

  4. Tas yang berat merupakan penyebab utama dari nyeri punggung.

    Tas yang berat tidak berkaitan sepenuhnya dengan keluhan nyeri punggung. Bisa jadi nyeri punggung itu disebabkan oleh posisi saat mengangkat tas atau penggunaannya yang tidak ergonomis.

    Untuk menghindari nyeri punggung, pastikan tas ransel yang Anda gunakan tidak menggantung terlalu rendah di punggung. Dengan demikian, penggunaannya tidak membuat Anda membungkuk.

  5. Cedera otot adalah hal yang menyeramkan dan sulit disembuhkan.

    Jangan khawatir. Otot mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Sehingga apabila terus terlatih, otot akan menjadi semakin kuat. Namun, tetaplah waspada apabila terjadi robekan otot yang parah, terutama jika ini membuat Anda tidak bisa bergerak.

Jangan biarkan nyeri otot menghambat aktivitas Anda. Cari tahu penyebabnya dan berikanlah perawatan yang tepat sehingga Anda dapat terus produktif.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar