Sukses

Nyeri Otot, Kompres Hangat atau Dingin?

Untuk atasi nyeri otot, mana lebih baik: Kompres hangat atau dingin? Temukannya jawabannya di sini.

Tidak sedikit yang mengeluh nyeri otot setelah berolahraga. Anda salah satunya? Tenang, nyeri otot yang Anda alami dapat diatasi dengan bantuan kompres!

Kompres adalah terapi yang mudah dan praktis untuk membantu meredakan nyeri dan kekakuan pada sendi akibat cedera. Kompres itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kompres dingin dan kompres hangat.

Kompres Dingin

Kompres dingin dapat mengurangi aliran darah ke otot, sehingga dapat mengurangi risiko cedera menjadi bengkak. Peredaran zat dalam darah yang berperan menyebabkan rasa nyeri juga akan terhenti, dan rasa nyeri pun berkurang.

Kompres dingin sebaiknya digunakan kurang dari 48 jam setelah munculnya nyeri otot. Caranya adalah dengan menempelkan es batu yang dibalut dengan handuk atau kain yang lembut.

Sebuah penelitian dipublikasikan Cochrane pada tahun 2012. Menurut penelitian tersebut, untuk memperkecil risiko terjadinya nyeri otot setelah berolahraga atau aktivitas berat lainnya, Anda dapat mandi dengan air bersuhu rendah (air dingin) sesaat setelah nyeri terjadi.

Kompres Hangat

Berbeda dengan kompres dingin, kompres hangat menyebabkan pelebaran pembuluh darah, sehingga aliran darah ke otot lancar. Ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya penumpukan asam laktat, yang membuat otot terasa nyeri.

Kompres hangat sebaiknya digunakan 48 jam setelah nyeri otot terjadi. Kompres jenis ini dapat dilakukan pada otot yang nyeri dengan durasi 20 menit.

Jadi, kompres mana yang harus dipilih untuk mengatasi nyeri otot setelah berolahraga? Jawabannya adalah kompres hangat. Ini karena kompres hangat dapat bantu memperbaiki sirkulasi darah di daerah yang nyeri.

Jika dalam beberapa hari keluhan nyeri otot belum juga membaik meski sudah menggunakan kompres hangat, jangan ragu untuk membawa diri ke dokter.

(NB/ RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar