Sukses

Periksa Kolesterol Sendiri vs. Periksa di Laboratorium?

Mana yang terbaik, periksa kolesterol sendiri atau periksa di laboratorium? Cari tahu di sini.

Kapan terakhir kali Anda memeriksakan kadar kolesterol? Atau jangan-jangan, Anda lupa sama sekali untuk melakukannya?

Pemeriksaan kolesterol sering dihindari oleh sebagian orang, karena berbagai alasan. Ada yang takut bila ternyata hasil pemeriksaan kolesterolnya kurang baik, atau karena sibuk jadi belum sempat melakukannya.

Saat ini, mesin pemeriksaan kadar kolesterol sebenarnya relatif mudah ditemui di tempat-tempat umum. Bahkan Anda bisa menemukannya di pusat-pusat perbelanjaan.

Tidak jarang, dalam kegiatan sosial alat pemeriksaan kolesterol ini juga digunakan secara cuma-cuma. Atau Anda pun bisa membeli sendiri alatnya dan memakainya di rumah.

Pertanyaannya, apakah pengukuran kolesterol tersebut akurat? Terdapat perbedaan antara pemeriksaan kolesterol yang dilakukan sendiri oleh nonmedis, dan pemeriksaan kolesterol yang dilakukan di laboratorium oleh petugas medis.

Pemeriksaan Kadar Kolesterol Sendiri

Pemeriksaan yang dilakukan pribadi atau nonmedis mengambil sampel darah dari ujung jari. Darah tersebut adalah darah pembuluh kapiler. Memang, pemeriksaan ini mudah dan cepat diketahui hasilnya, rasa nyerinya juga relatif ringan. Darah yang diambil pun tidak banyak.

Hasil pemeriksaan kadar kolesterol dari ujung jari tentu saja akurat. Hanya saja, pemeriksaan ini hanya memberikan hasil kadar kolesterol total.

Pemeriksaan Kadar Kolesterol Laboratorium

Lain halnya dengan pemeriksaan darah yang dilakukan di laboratorium oleh petugas medis. Proses pengambilan sampel darah membutuhkan keterampilan khusus.

Sampel darah diambil dari pembuluh vena dan jumlah yang diambil cukup banyak. Pemeriksaan ini mengharuskan Anda untuk berpuasa sekitar 8-9 jam sebelum darah diambil.

Pemeriksaan kadar kolesterol dari pembuluh vena dapat menyajikan hasil yang lebih lengkap berupa profil lipid. Ini merupakan gambaran kadar kolesterol yang lebih lengkap, yaitu kadar LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik) dan trigliserida, dan juga kadar kolesterol total.

Kadar kolesterol total yang tampaknya relatif normal mungkin saja ternyata sebenarnya kurang baik, karena kadar LDL melampaui batas optimal. Keputusan medis untuk memberikan terapi, atau anjuran terkait kadar kolesterol Anda akan membutuhkan pemeriksaan yang lengkap tersebut.

Jadi, mana yang terbaik?

Pemeriksaan kolesterol dari ujung jari tetap bermanfaat untuk dilakukan dengan tujuan screening. Apabila hasil pemeriksaan jenis ini menunjukkan kadar di atas 200mg/dL, maka sebaiknya Anda tidak menunda untuk membawa diri ke dokter.

Sebaliknya, bila hasil pemeriksaan kadar kolesterol total kurang dari 200 mg/dL, tidak berarti LDL dan HDL Anda normal. tetap memerlukan pemeriksaan profil lipid yang lengkap untuk mengetahui kadar LDL dan HDL Anda.

Begitu juga bila Anda kegemukan, mempunyai tekanan darah tinggi, merasa gaya hidup kurang sehat, punya riwayat penyakit jantung atau stroke. Sebaiknya sempatkan waktu untuk memeriksakan profil lipid yang lengkap dengan pemeriksaan laboratorium.

American Heart Association merekomendasikan setiap orang yang telah berusia 20 tahun untuk memeriksakan kadar kolesterol dan faktor risiko penyakit jantung/stroke lainnya paling tidak setiap 4-6 tahun sekali. Jadi, sudah periksa kolesterol hari ini?

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar