Sukses

Alergi Bisa Dicegah dengan Probiotik?

Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, probiotik juga memiliki banyak manfaat lainnya. Apakah mencegah alergi termasuk salah satunya?

Alergi pada anak dapat membuat pusing para orangtua. Eksim dan asma merupakan penyakit yang berhubungan dengan alergi dan cukup banyak dialami oleh anak-anak. Tapi hal tersebut bukannya tak bisa dicegah. Alergi dapat dicegah dengan probiotik.

Probiotik & Alergi

Sebuah jurnal meta analisis yang dipublikasi oleh American Academy of Pediatrics (AAP) menemukan bahwa pemberian probiotik prenatal atau pada awal kehidupan anak dapat menurunkan jumlah total IgE (‘aktor’ utama yang menyebabkan alergi). Selain itu juga dapat melindungi anak dari sensitisasi atopi/alergi.

Sensitisasi ialah suatu proses pembentukan antibodi terhadap penyebab alergi. Anda bingung? Begini penejelasannya. Saat anak terekspos penyebab alergi, reaksi alergi belum tentu muncul seketika. Reaksi bisa saja baru muncul saat terjadi ekspos kedua. Nah, sensitisasi alergi berkurang signifikan jika probiotik diberikan sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan.

Peneliti lain dari universitas di Milan dan Paris menganalisa 14 studi tentang probiotik pada lebih dari 6.500 bayi. Hasil dari meta analisis tersebut ialah probiotik menurunkan angka kejadian dermatitis atopik dan dermatitis yang berhubungan dengan IgE pada bayi dan anak-anak sebanyak 20%. Baik diberikan saat menyusui saja atau beberapa minggu sebelum melahirkan tidak akan memengaruhi efektivitas probiotik.

Probiotik & Asma

Peran probiotik dalam mencegah asma masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Berdasarkan studi meta analisis yang dipublikasikan oleh AAP, probiotik tidak bermanfaat dalam mencegah asma. Begitu pula dengan hasil meta analisis yang dilakukan oleh Azad, dkk. Tidak ada hubungan antara pemberian probiotik pada bayi dengan timbulnya asma pada kemudian hari.

Hasil berbeda didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa rumah sakit dan universitas di Kanada. Berdasarkan penelitian tersebut, bayi berisiko memiliki asma saat berusia 3 tahun jika tubuhnya kurang memiliki empat bakteri ini: Faecalibacterium, Lachnospira, Veillonella, dan Rothia (FLVR). Keempatnya merupakan probiotik.

Meskipun dapat mencegah alergi pada sebagian anak, mengonsumsi probiotik bukanlah cara utama. Alergi disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Pencegahan utamanya adalah dengan menghindari ekspos terhadap penyebab alergi. Pemberian probiotik hanya sebagai tambahan saja.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar