Sukses

Benarkah Kecerdasan Anak Menurun dari Ibu?

Sering mendengar ucapan ‘Ibu yang cerdas melahirkan anak yang cerdas’? Bagaimana dengan peran ayah?

Pada tahun 1997, Robert Lehrke menerbitkan buku yang berisi tentang teori hubungan jenis kelamin dengan kecerdasan. Ia menyebutkan bahwa kecerdasan seorang anak bergantung pada kromosom X (kromosom dari wanita).

Bila ditelaah lebih lanjut, wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y. Jika demikian, kecerdasan ibulah yang paling berpengaruh pada anak lelakinya karena anak lelaki hanya memiliki satu kromosom X. Sementara itu, anak perempuan akan mendapatkan satu kromosom X dari ibu dan satu lagi dari ayah, yang berarti anak perempuan mendapatkan kecerdasan dari kedua orangtua. Namun, perlu diingat kembali bahwa sebenarnya kecerdasan melibatkan gen-gen yang kompleks.

Orangtua yang cerdas sebagian besar akan melahirkan anak yang cerdas, namun bisa juga memiliki anak yang kurang cerdas. Begitu pula dengan orangtua yang kurang cerdas, belum tentu mereka tidak dapat memiliki anak cerdas. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan juga berperan penting. Pada tahun 2013, sebuah studi yang menganalisis DNA dan tes IQ dilaksanakan oleh peneliti dari University of Queensland. Hasilnya, kontribusi gen pada IQ anak ternyata hanya sekitar 20-40%.

Tak dimungkiri, pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap kecerdasan anak. Pola asuh, pendidikan, dan nutrisi berperan dalam menentukan kecerdasan anak. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Washington menyebutkan bahwa anak yang ibunya suportif memiliki hipokampus –daerah di otak yang bertanggung jawab terhadap proses belajar dan respons terhadap stres– yang lebih besar daripada anak yang tidak dekat dengan ibunya. Tak hanya ibu, kedekatan dengan ayah pun penting bagi anak untuk mencapai kecerdasan yang optimal.

Jadi, faktor genetik maupun lingkungan sama-sama berkontribusi dan sulit dipisahkan dalam menentukan kecerdasan anak.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar