Sukses

Kenali Gangguan Pertumbuhan Anak Sejak Dini

Sebagian anak dapat mengalami gangguan di masa pertumbuhannya. Yuk, kenali satu per satu gangguan tersebut!

Salah satu masalah pada anak yang dikhawatirkan orangtua adalah gangguan pertumbuhan. Hal tersebut bisa membuat anak tidak mencapai tinggi, berat, dan kematangan seksual secara normal. Terdapat beberapa hal yang memengaruhi pertumbuhan anak, seperti nutrisi, genetik, dan hormon. Berikut ini beberapa gangguan pertumbuhan pada anak:

  1. Gagal Tumbuh

Pada kondisi ini, anak secara terus-menerus memperlihatkan peningkatan berat badan dan tinggi badan yang lebih lambat dibandingkan usianya. Umumnya terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun. Sering kali disebabkan oleh nutrisi yang tidak baik atau gangguan makan. Tapi juga bisa diakibatkan oleh infeksi, gangguan pencernaan, dan kekerasan pada anak.

  1. Gangguan Hormon

Gangguan pada hormon tiroid yang menyebabkan kondisi hipotiroidisme dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Pada kondisi hipotiroidisme, kelenjar tiroid gagal menghasilkan hormon tiroid yang cukup bagi tubuh, sehingga pertumbuhan anak terlihat sangat lambat.

  1. Kelainan Genetik

Banyak kondisi genetik yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Berikut hanya sebagian kecil contoh kelainan genetik yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan:

  1. Sindrom Turner

Kondisi ini terjadi pada anak perempuan di mana adanya kromosom X yang abnormal. Selain perawakan pendek, anak perempuan yang mengalami sindrom ini biasanya mengalami keterlambatan perkembangan seksual.

  1. Sindrom Down

Sindrom Down disebabkan oleh kelebihan kromosom 21. Anak dengan sindrom ini memiliki fitur wajah yang khas, termasuk hidung datar, lidah menonjol keluar, telinga kecil, dan mata sipit dengan sudut tengah mata membentuk lipatan. Pada bayi, dapat terlihat tonus otot yang menurun saat lahir.

  1. Sindrom Marfan

Sindrom ini merupakan kelainan genetik yang membuat seseorang terlihat tinggi dengan tangan dan kaki yang panjang. Anak dapat pula mengalami gangguan jantung dan mata.

  1. Akondroplasia

Akondroplasia merupakan suatu kondisi yang paling sering menyebabkan gagal tumbuh dan perawakan pendek (kerdil). Akondroplasia diakibatkan oleh gangguan genetik pada tulang dan jaringan ikat yang terjadi sejak di kandungan. Anak dengan akondroplasia memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional; lengan dan kaki terlihat pendek meski ukuran badan normal, serta kepala sedikit besar dengan kening yang menonjol. Tinggi maksimal orang yang mengalami kondisi ini hanya sekitar 1.2 meter.

Bila merasa khawatir dengan pertumbuhan anak Anda, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter spesialis anak. Saat ini, sudah terdapat banyak pengobatan yang dapat mengatasi beberapa gangguan pertumbuhan. Anak yang tadinya terlihat sangat pendek dapat mengejar ketinggalan seperti anak lainnya, jika ditangani secara dini dan tepat.

[RS/RH]

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar