Sukses

Kiat Merawat Anak yang Terkena Polio

Kelumpuhan akibat polio memang tidak dapat disembuhkan, namun Anda dapat merawat anak yang terkena polio untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak yang sudah telanjur menderita penyakit polio memang tidak dapat disembuhkan lagi. Meski demikian, bukan berarti tidak bisa mendapatkan perawatan sama sekali. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengurangi nyeri, mencegah komplikasi, membuat anak lebih nyaman, dan yang terpenting: meningkatkan kualitas hidupnya.

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja dari orang yang menderita polio.

Berdasarkan gejala yang ditimbulkannya, polio dibagi menjadi dua, yakni polio yang tidak lumpuh (non-paralytic) dan polio yang memberikan gejala kelumpuhan (paralytic).

Perawatan Polio Non-Paralytic

Sebagian besar gejala yang ditimbulkan oleh penyakit polio bersifat non-paralytic (tidak menyebabkan kelumpuhan). Gejala tersebut meliputi demam, sakit kepala, nyeri tengkuk dan punggung, serta infeksi saluran kemih.

Anak yang tidak mengalami kelumpuhan dapat dirawat di rumah apabila gejalanya tidak berat. Pastikan anak banyak berisitrahat di ranjang (bed rest) dan mendapatkan makanan yang bergizi lengkap dan seimbang. Berikan juga ia minum air putih yang cukup.

Untuk mengatasi demam dan nyeri, Anda dapat memberikan obat yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen. Selain itu, mengompres daerah yang nyeri dengan kompres hangat juga dapat membantu meringankan gejala.

Apabila anak mengeluh nyeri berkemih, kemungkinan ia mengalami infeksi saluran kemih. Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan antibiotik dan antiseptik salurah kemih.

Perawatan Polio Paralytic

Meskipun dapat dirawat di rumah, akan lebih baik jika anak dirawat di rumah sakit terlebih dahulu hingga keadaannya stabil. Hal ini untuk mencegah komplikasi fatal yang dapat terjadi, yakni kelumpuhan otot pernapasan. Apabila kelumpuhan otot pernapasan terjadi, anak membutuhkan alat bantu napas berupa ventilator.

Kelumpuhan otot menyebabkan anak tidak dapat bergerak dengan bebas dan sementara hanya bisa berbaring di ranjang. Hal ini dapat meningkatkan risiko pneumonia (infeksi paru-paru). Oleh karena itu, posisi anak harus selalu dimiringkan ke kanan dan kiri setiap dua-tiga jam.

Setelah keadaan stabil, anak harus melakukan program fisioterapi untuk melatih otot yang lumpuh. Jika diperlukan, anak juga dapat menggunakan sepatu khusus untuk menyokong otot tungkai yang terkena. Selain itu, anak juga harus diajak untuk rutin melakukan olahraga ringan agar dapat melatih otot-ototnya.

Sebaik apa pun perawatan yang diberikan, kelumpuhan otot yang sudah terjadi tidak dapat dikembalikan lagi. Oleh karena itu, bagaimanapun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati. Ayo, lengkapi vaksinasi polio anak Anda sekarang juga.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar