Sukses

Hati-Hati, Mainan Bisa Sebabkan Alergi pada Anak

Mainan adalah sarana bagi anak untuk bermain dan belajar. Namun hati-hati, jangan salah pilih mainan yang dapat menyebabkan alergi pada anak.

Pemilihan mainan bagi anak tidak boleh sembarangan. Apalagi jika anak memiliki riwayat alergi sebelumnya, atau apabila ia memiliki riwayat alergi dari orangtua dan keluarga.

Hampir semua zat dapat menyebabkan alergi, namun ada beberapa jenis mainan yang perlu Anda hindari karena terbilang cukup sering menyebabkan alergi.

Alergi Kontak

Hindari mainan yang mengandung partikel logam seperti nikel dan memiliki kandungan parfum. Nikel dan parfum adalah dua jenis zat yang paling sering menyebabkan alergi kontak pada anak.

Alergi kontak ini terjadi jika kulit anak bersentuhan dengan zat tersebut. Reaksi alergi ini timbul dalam waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 24-72 jam setelah berkontak. Gejala alergi yang ditimbulkan dapat berupa ruam merah yang gatal atau pedih di kulit, atau dapat pula berbentuk biduran.

Gejala alergi tersebut dapat diatasi dengan pemberian losion/bedak kocok yang mengandung kalamin, serta pemberian obat minum antihistamin. Gejala yang ringan akan dapat diredakan dengan obat tersebut. Namun jika kulit terasa perih setelah diberikan bedak kocok kalamin, lebih baik membawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Penting untuk diingat, hindari penggunaan krim kortikosteroid tanpa petunjuk dan pengawasan dokter, karena dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam waktu lama dan dalam dosis yang besar.

Alergi Hirup

Bayi – baik perempuan maupun laki-laki – umumnya menyukai boneka, apalagi boneka berbulu yang lucu dan menggemaskan. Namun jika anak memiliki bakat alergi, sebaiknya Anda memindahkan boneka berbulu tersebut dari kamarnya. Atau, minimal Anda menyimpan boneka tersebut di dalam lemari tertutup yang tidak dapat dijangkau oleh anak.

Meskipun lucu dan menggemaskan sebagai teman bermain anak, teman berbulu tersebut dapat menyimpan debu dan tungau. Debu dan tungau adalah alergen hirup yang paling sering menyebabkan alergi pada anak, terutama asma dan rinitis.

Apabila anak tetap ingin menyimpan teman kesayangannya di dalam kamar, pastikan hanya satu atau dua boneka saja yang tinggal. Dan, Anda pun harus siap untuk membersihkan dan mencuci boneka tersebut sesering mungkin, karena tidak boleh ada debu atau tungau yang tinggal.

Asma dan rinitis adalah dua jenis alergi yang umumnya dialami oleh anak yang telah menginjak usia sekolah. Alergi tersebut dapat sangat meresahkan anak dan orangtua, karena berpotensi mengganggu tidur dan aktivitas anak.

Akibatnya, anak bangun dengan perasaan tidak segar, kurang dapat berkonsentrasi dan fokus untuk mengikuti pelajaran di sekolah, memiliki mood yang kurang baik, dan berpotensi memiliki masalah perilaku.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari pencetus asma dan rinitis dengan tidak memperkenalkan boneka atau karpet berbulu di kamar tidur anak yang memiliki bakat alergi, sejak dini.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar