Sukses

MPASI untuk Anak yang Alergi

Memilih MPASI merupakan perkara yang tidak sederhana. Apalagi kalau anak Anda memiliki alergi. Anda harus cermat menentukan jenis dan jumlah yang tepat.

Kini angka kejadian alergi pada anak semakin meningkat, yakni hingga mencapai 30-40% populasi. Seringkali makananlah yang menjadi pemicu alergi. Makanan yang sering menyebabkan alergi antara lain susu sapi dan produk turunannya, kacang tanah, seafood, serta telur. Ini tentu mengkhawatirkan apalagi untuk bayi yang sudah memulai MPASI.

Reaksi alergi dapat timbul sesaat setelah mengonsumsi makanan yang mengandung alergen atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan tersebut. Reaksinya bisa berupa bentol dan gatal pada kulit, kemerahan dan beruntus pada kulit, nyeri perut, muntah, diare, atau batuk. Selain itu, terdapat pula reaksi yang berat seperti sesak napas atau gangguan sirkulasi yang dapat mengancam nyawa.  

Setiap anak memiliki sifat alergi yang unik. Artinya alergen yang mencetuskan alergi berbeda-beda antara satu anak dengan anak lainnya. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengamati dan mengenali makanan apa saja yang menimbulkan alergi pada anak. Identifikasi makanan yang menimbulkan alergi akan sangat membantu dalam pemilihan MPASI yang tepat.

Pada anak yang belum mengalami reaksi alergi tetapi berisiko tinggi (misalnya terdapat riwayat alergi pada orangtua atau saudara kandung), maka pemilihan MPASI harus dilakukan dengan hati-hati. Berikut adalah kiat pemberian MPASI untuk anak yang memiliki bakat alergi:

  • Pemberian MPASI dapat dimulai dengan bahan makanan yang jarang menyebabkan alergi, seperti ayam, soya, tepung beras, atau umbi-umbian.
  • Satu jenis makanan dapat diberikan selama 3 hari berturut-turut, kemudian dilanjutkan dengan satu jenis makanan lain untuk 3 hari berikutnya, dan seterusnya. Dengan cara pemberian seperti ini, apabila terjadi reaksi alergi, orangtua akan lebih mudah untuk mengidentifikasi makanan penyebab reaksi alergi tersebut.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera hentikan pemberian makanan yang menyebabkan alergi dan untuk sementara jangan diberikan lagi. Makanan tersebut tidak harus dihindari selama-lamanya, karena alergi makanan dapat berubah (kecuali pada alergi gluten yang bersifat permanen dan alergi seafood yang jarang ‘sembuh’).

Dengan pemberian MPASI yang tepat, kejadian alergi bisa diminimalkan dan anak pun dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Milna Goodmil Bubur Bayi 6 Bulan merupakan bubur bayi untuk usia 6 bulan ke atas dengan nutrisi lengkap. Bahan-bahannya pun alami (dari protein daging ayam murni/protein soya) serta bebas susu sapi untuk menghindari risiko alergi.

Keunggulan Milna Goodmil Bubur Bayi 6 Bulan:

  1. Bebas kasein (protein susu) & gluten (protein gandum). Ini bagus untuk menghindari timbulnya gejala alergi pada bayi.
  2. Protein berasal dari daging ayam murni/protein soya, yang mudah dicerna dan diserap sehingga bayi terhindar dari alergi makanan.
  3. Memiliki sembilan asam amino esensial (triptofan, histidin, treonin, valin, metionin, lysin, isoleusin, leusin, fenilalanin), untuk membantu tumbuh kembang bayi.
  4. Kaya zink dan besi agar bayi terhindar dari anemia.
  5. Mengandung omega-3 & omega-6 yang baik untuk membantu perkembangan otak.
  6. Terdapat prebiotik FOS untuk menjaga kesehatan saluran cerna bayi.
  7. Terdapat dua belas vitamin dan delapan mineral untuk menunjang pertumbuhan sehatnya.

 

Cara Penyajian dan Anjuran:

Porsi

Usia

Frekuensi

Jumlah

Air Panas/Susu Formula (75°C)

Perkenalan

4-6 bulan

1x sehari

2 sendok makan (20 gr)

87.5 ml/boleh lebih

Pemula

6-9 bulan

2x sehari

4 sendok makan (40 gr)

175 ml

Lanjutan

>9 bulan

2x sehari

4 sendok makan (40 gr)

125 ml

Perhatian:
Habiskan isinya dalam waktu kurang dari 2 minggu. Jangan dikonsumsi bila terjadi perubahan yang mencolok pada aroma, rasa, atau warna.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar