Sukses

Kapan Boleh Makan Setelah Operasi Caesar?

“Kapan boleh makan?” Itulah salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari para ibu yang baru menjalani operasi caesar. Temukan jawabannya di sini.

Ketika persalinan normal tidak dapat dilakukan, operasi caesar adalah jalan keluarnya. Proses persalinan ini memungkinkan bayi lahir melalui irisan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Kelihatannya mudah. Anda tidak perlu mengejan terlalu keras saat melahirkan. Namun proses persalinan ini ternyata menimbulkan ‘masalah’ lain. Salah satunya, Anda tidak boleh langsung makan. Lalu, kapan Anda dapat makan kembali seperti biasanya?

Kapan Anda dapat makan setelah operasi caesar bergantung pada jenis anestesi (pembiusan) yang diberikan saat operasi berlangsung. Berikut penjelasannya:

  1. Anestesi lokal (spinal)

Anestesi lokal adalah pembiusan dengan memasukkan obat melalui suntikan pada punggung. Anestesi ini lebih banyak digunakan, karena risikonya lebih rendah. Anda tetap sadar dan dapat mengikuti proses kelahiran sampai selesai, sehingga bayi pun lebih sedikit terpapar obat anestesi. Jika mendapatkan anestesi lokal, Anda dapat minum dan makan dua jam setelah operasi. Hal ini dimungkinkan karena cara kerja obat anestesi lokal tidak memengaruhi saluran pencernaan.

  1. Anestesi umum

Pada anestesi umum, obat dimasukkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah) dengan menggunakan alat berupa masker hidung. Jika mendapatkan anestesi ini, Anda diperbolehkan makan dan minum setelah mengeluarkan gas (buang angin). Keluarnya gas menandakan bahwa saluran pencernaan Anda mulai normal untuk bekerja kembali. Pengeluaran gas biasanya terjadi 12 jam setelah operasi. Selama menunggu waktu tersebut, Anda hanya diperbolehkan minum.

Tidak ada pantangan makanan setelah operasi caesar, kecuali Anda memiliki riwayat alergi makanan tertentu. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kecukupan asupan air putih dan makanan. Perhatikan konsistensi makanan dan lakukan secara bertahap, mulai dari diet makanan cair seperti bubur saring hingga menjadi makanan padat. Untuk menghindari gangguan sembelit, Anda bisa memperbanyak asupan serat dan buah.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar