Sukses

Ciri-Ciri Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Anda curiga anak memiliki penyakit jantung bawaan? Simak artikel ini untuk mengenali ciri-ciri anak dengan penyakit jantung bawaan.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang terjadi saat anak lahir. Proses terjadinya kelainan tersebut telah berlangsung sejak janin masih dalam kandungan.

Penyakit jantung bawaan ada bermacam-macam, serta dibedakan berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa jenis kelainan jantung bawaan yang lebih umum terjadi antara lain: adanya lubang pada sekat jantung, di mana darah yang kotor dan bersih saling bercampur; serta dapat pula terjadi gangguan pada katup dari pembuluh darah besar di jantung.

Siapa yang Berisiko?

Ketika janin berusia enam minggu, jantung telah terbentuk –meski belum sempurna– dan mulai berdenyut. Pada masa-masa awal inilah perkembangan jantung janin berada dalam tahap kritis. Hal-hal yang berpotensi mengganggu perkembangannya dapat menyebabkan kelainan jantung bawaan kelak.

Penyakit jantung bawaan dapat terjadi pada anak dengan kelainan kromosom dan sindrom tertentu, misalnya sindrom Down. Anak dengan kelainan ini umumnya dilahirkan dari ibu yang telah berusia lebih dari 35 tahun. Rokok, minuman beralkohol, dan obat tertentu yang dikonsumsi ibu selama kehamilan –terutama trimester awal– dapat berkontribusi terhadap terjadinya penyakit jantung bawaan ini.  Selain itu, apabila ibu terkena infeksi campak atau rubela pada trimester pertama kehamilan, anak di dalam kandungan juga berisiko mengidap kelainan jantung tersebut.

Apa Ciri-cirinya?

Penyakit jantung bawaan yang ringan sering kali tidak memberikan gejala yang signifikan. Umumnya anak dengan kelainan ini baru menunjukkan gejala ketika ia dewasa.

Berbeda dengan anak yang mengidap kelainan jantung bawaan yang sedang-berat. Gejalanya sudah dapat dilihat sejak kecil, bahkan ketika lahir. Gejala yang dapat dialami antara lain kulit, bibir, dan kuku berwarna kebiruan (sianosis), sesak napas, mudah lelah (terutama jika berolahraga), serta bengkak pada kedua tungkai.

Anak dengan penyakit jantung bawaan juga mudah sesak, sehingga tidak dapat menyusu dengan baik dan lama. Akhirnya, pertumbuhannya pun cenderung terhambat (berat badan dan tinggi badan sukar naik). Di samping itu, ia umumnya mudah dan sering terkena infeksi saluran napas.

Bagaimana Mengobatinya?

Tergantung dari jenis dan tingkat keparahannya, pengobatan dari penyakit jantung bawaan pada anak ini bervariasi. Kelainan yang ringan umumnya tidak memerlukan terapi apa pun. Ada pula jenis lubang tertentu yang dapat menutup dengan sendirinya—ataupun dengan pemberian obat—seiring dengan pertambahan usia anak.

Meski demikian, penyakit jantung bawaan yang berat memerlukan operasi untuk penanganannya.  

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar