Sukses

Jaga Kesehatan Jantung Anak dari Sekarang

Tahukah Anda, anak dapat berisiko terkena penyakit jantung saat dewasa jika tidak dijaga sejak dini?

Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa penyakit jantung hanyalah monopoli orang tua. Namun, kini zaman telah berubah.  Akhir-akhir ini justru kita sering dikejutkan dengan berita anak muda yang meninggal akibat serangan jantung. Lalu, mungkinkah orang muda dapat terkena penyakit jantung?

Berbagai penelitian telah mengonfirmasi kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung, meski ia masih berumur 20-an atau 30-an. Umur yang sangat muda untuk terkena penyakit jantung, bukan? Banyak yang meyakini bahwa ini terjadi akibat gaya hidup sehat yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat urban. Pola makan yang berantakan dan kurang olahraga dianggap menjadi kontributor utama terjadinya penyakit jantung di usia yang terbilang sangat muda.

Dua kebiasaan tersebut diketahui meningkatkan angka kejadian penyakit-penyakit yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi, diabetes, darah tinggi, dan obesitas. Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan jantung anak sejak dini, pastikan anak mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, serta melakukan olahraga secara teratur.

Kurangi Gorengan dan Minuman Manis

Pastikan anak mengonsumsi makanan dengan gizi yang lengkap dan seimbang, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Karbohidrat bisa didapat dari nasi, kentang, bakmi, jagung, pasta, roti, dan bihun. Sedangkan protein dapat diperoleh dari dua sumber, yakni hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari daging sapi, ayam, dan ikan; sementara protein nabati terdapat pada tahu, tempe, dan kacang kedelai.

Makanan yang mengandung lemak baik juga tak boleh dilupakan. Misalnya salmon, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan. Sebaliknya, kurangi konsumsi makanan sumber lemak jahat –seperti keripik, kue, gorengan, dan makanan cepat saji.

Perbanyak pula konsumsi sayur dan buah pada menu anak. Mengurangi minuman manis dan bersoda pun sangat penting untuk dilakukan. Sebagai gantinya, beri anak susu atau air putih yang lebih menyehatkan.

Ajak Anak Bergerak

Ayo, dorong anak untuk menggerakkan badan dan berolahraga! Misalnya dengan mengajaknya untuk bepergian ke mal, supermarket, arena permainan, atau taman. Di sana ia dapat berjalan, berlarian, dan bermain dengan bebas. Biasakan untuk menggunakan tangga daripada lift sebagai pilihan yang lebih menyehatkan.

Ada banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan bersama. Mulai dari bersepeda, bermain bola, bulu tangkis, tenis meja, berenang, dan lain-lain. Anak bosan jika hanya bermain dengan Anda? Ajak ia untuk melakukan aktivitas bersama teman-teman agar lebih bersemangat.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar