Sukses

Anak Anda Dominan Otak Kanan atau Otak Kiri?

Saat mencermati karakter anak, Anda mungkin bertanya-tanya: Anak saya dominan otak kanan atau otak kiri? Yuk, ketahui ciri-cirinya di sini.

Anak saya gemar melukis, pasti dia dominan otak kanan!” Pernyataan tersebut pasti sering Anda dengar. Bagaimana cara membedakan dominasi otak kanan atau otak kiri pada anak? Masing-masing bagian otak bertanggung jawab atas cara berpikir yang berbeda-beda. Meskipun anak secara alami memiliki kecenderungan tehadap salah satu cara berpikir, kedua belah bagian otak bekerja bersama dan berkesinambungan dalam keseharian.

Otak kiri lebih berfokus tehadap kemampuan berbahasa, menghitung, logika, dan analitik. Sementara itu, otak kanan lebih berhubungan dengan kemampuan nonverbal, seperti perasaan, kreativitas, seni, dan visualisasi. Lalu bagaimana mengenalinya pada anak?

Ciri-ciri anak yang dominan otak kanan, di antaranya:

  • Daya kreativitas tinggi.
  • Melihat sesuatu secara keseluruhan.
  • Pemimpi.
  • Lebih senang bekerja dalam kelompok.
  • Lebih memilih untuk diperlihatkan cara melakukan sesuatu daripada disuruh.
  • Memiliki keahlian lebih dalam olahraga, terutama yang membutuhkan kemampuan spasial seperti sepak bola.
  • Senang mengatur sesuatu untuk menunjukan hubungan seperti warna, ukuran, bentuk.
  • Sering menggunakan perasaan.
  • Lebih sulit menghitung menggunakan rumus dan lebih mudah mengerjakan soal cerita.
  • Cepat menghafal lokasi atau rute perjalanan.
  • Senang buku bergambar.

Sementara itu, ciri-ciri anak dominan otak kiri adalah:

  • Senang membaca.
  • Lebih memilih instruksi vebal.
  • Memiliki kemampuan bahasa yang baik.
  • Senang berhitung, suka ilmu eksakta.
  • Menggunakan logika.
  • Butuh suasana sepi dan sunyi untuk melakukan aktivitas.
  • Melakukan sesuatu sesuai rencana atau aturan.
  • Senang jika segala sesuatu rapi dan teratur, seperti mengatur mainan sesuai urutan tertentu.

Menyeimbangkan fungsi kedua belah otak sangatlah penting agar hidup menjadi lebih seimbang. Karena itu, perhatikan juga bagian otak anak yang kurang dominan, dan tingkatkan fungsinya karena pada dasarnya kecerdasan anak dapat dilatih. 

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar