Sukses

Pentingnya Mengenali Gaya Belajar Anak

Pernahkah Anda merasa bahwa anak Anda malas belajar? Bisa jadi sebetulnya anak tidak malas, hanya saja Anda tidak mengetahui gaya belajar yang tepat untuknya.

Gaya belajar masing-masing anak dapat berbeda antara satu dengan yang lain. Seorang anak yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mudah menangkap informasi melalui gambar dan rekaman, sedangkan anak dengan gaya belajar auditori lebih senang mendengarkan cerita orang untuk menangkap informasi. Di sisi lain, ada pula anak yang lebih menyukai praktek dibandingkan teori.

Tak perlu khawatir bila anak Anda memiliki gaya belajar yang berbeda dibandingkan teman-teman seusianya. Baik itu gaya belajar visual, auditori, ataupun kinestetik, semua pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: agar anak dapat lebih mudah menangkap materi pelajaran dan memberikan hasil optimal.

Proses belajar bisa efektif bila anak dapat merespons rangsangan stimulus yang diberikan. Sebaliknya, proses belajar anak dapat terhambat bila Anda tidak mengetahui gaya belajar yang tepat baginya. Sudah menjadi kewajiban Anda sebagai orangtua untuk ikut turun tangan. Jangan sampai Anda menyia-nyiakan potensi yang dimiliki anak. Selain itu, ketidakpahaman orangtua sering kali menimbulkan kesalahpahaman yang terkadang berujung pada hal negatif, misalnya memarahi anak.

Mungkin Anda pernah memarahi anak karena senang mencoret-coret kertas saat belajar. Padahal bisa jadi anak sedang berusaha mencerna pelajaran tersebut, karena ia lebih mudah belajar melalui gambar atau ilustrasi. Ada pula anak yang senang berlari ke sana ke mari saat belajar dan dianggap sebagai pembuat onar, padahal bagi anak dengan gaya belajar kinestetik, pelajaran akan lebih ‘masuk’ bila ia aktif bergerak.

Kesalahpahaman tersebut dapat dihindari bila orangtua mengetahui gaya belajar yang sesuai untuk anak. Tak perlu lagi membandingkan anak Anda dengan orang lain. Bila sudah mengetahui gaya belajar yang sesuai, Anda dapat memberitahu guru di sekolah tentang hasil observasi di rumah, sehingga guru dapat membantu mengoptimalkan kemampuan sang anak. 

Baca Juga :

0 Komentar

Belum ada komentar