Sukses

Inilah Penyebab Osteoporosis pada Usia Muda

Osteoporosis dikenal sebagai penyakit yang umumnya menyerang wanita dan orang yang berusia 50 tahun ke atas. Namun tahukah Anda bahwa osteoporosis dapat menyerang dewasa muda bahkan anak-anak?

Osteoporosis dikenal sebagai penyakit yang umumnya menyerang wanita dan orang yang berusia 50 tahun ke atas. Namun tahukah Anda bahwa osteoporosis dapat menyerang dewasa muda bahkan anak-anak?

Osteoporosis memang tidak pandang bulu dan dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Osteoporosis pada anak-anak dibagi menjadi dua tipe, yakni:

  • Secondary juvenile osteoporosis

Hampir sebagian besar osteoporosis pada anak-anak adalah tipe secondary juvenile osteoporosis. Osteoporosis jenis ini disebabkan akibat adanya penyakit yang mendasari –seperti anoreksia nervosa, Cushing’s syndrome, cystic fibrosis, diabetes, hemosistein uria, hiperparatiroid, juvenile arthritis, penyakit ginjal, leukemia, sindrom malabsorbsi dan osteogenesis imperfecta. Untuk mendiagnosis penyakit ini diperlukan adanya wawancara medis secara mendalam, pemeriksaan fisik dan penunjang pada pasien guna mengetahui penyebab yang mendasari sehingga bisa diberikan terapi dengan segera.

  • Idiopathic juvenile osteoporosis

Osteoporosis jenis inihanya sebagian kecil saja yang menyerang anak-anak, atau bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Penyebab yang mendasarinya hingga saat ini masih belum diketahui. Osteoporosis jenis ini terjadi sesaat sebelum masa pubertas. Meskipun sebagian besar kepadatan tulang dapat kembali selama masa pubertas, anak-anak dengan osteoporosis jenis ini memiliki puncak massa tulang yang lebih rendah saat dewasa.Terbentuknya kepadatan tulang akan mencapai puncaknya pada usia 20tahun, sehingga kehilangan massa tulang selama periode tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi patah tulang di kemudian hari.

Selain hal di atas, terdapat pula penyebab lain yang mencetuskan osteoporosis pada usia muda, yakni:

  • Amenore (tidak haid) atau oligomenorea (siklus haid memanjang lebih dari 35 hari). Hal ini menyebabkan hilangnya massa tulang karena kadar estrogen yang rendah sehingga memudahkan terjadinya osteoporosis pada wanita usia muda.
  • Anoreksia yang menyerang dewasa muda akibat masalah psikis yang menganggap dirinya gemuk padahal berat badan sudah ideal atau bahkan kurus. Hal ini dikatakan dapat menyebabkan osteoporosis karena penderita anoreksia akan membatasi asupan makan –terutama sumber kalsium. Di samping itu, osteoporosis akibat anoreksia juga dikaitkan dengan adanya peningkatan hormon kortisol –yang mana hormon ini berperan pada kejadian osteoporosis.

Jika anak atau Anda sendiri memiliki kondisi seperti di atas, jangan ragu-ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter agar kondisi tersebut dapat diberikan tata laksana dengan cepat dan tepat.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar