Sukses

MPASI Bikin Bayi Sembelit? Ini Cara Atasinya

Sembelit sering dialami bayi yang baru saja memulai MPASI. Baca cara-cara menanggulanginya di sini.

Mengenalkan bayi dengan MPASI tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan pengetahuan yang cukup agar pemberian MPASI dipahami dengan benar sebelum memulainya. Sembelit atau konstipasi adalah salah satu masalah yang cukup sering dialami bayi saat dirinya mulai diberikan MPASI. Apa penyebabnya?

Kenali bentuk tinja bayi yang normal

Setelah memulai MPASI, perubahan konsistensi tinja yang menjadi lebih padat adalah hal normal. Karena asupan bayi sebelumnya hanya berupa cairan ASI, maka tinjanya juga akan lebih cair. Saat mulai makanan padat, tinja pun akan menjadi lebih padat sehingga konsistensinya tidak secair sebelumnya.

Normalnya, bayi akan tetap buang air besar setidaknya sekali dalam sehari dengan bentuk tinja seperti pasta gigi. Seiring dengan bertambahnya usia, saluran cerna bayi akan semakin matang. Usus akan mampu menahan makanan lebih lama di dalam saluran cerna. Akibatnya, bentuk tinja akan menjadi lebih padat lagi menyerupai orang dewasa, namun tetap lebih lunak.

Apabila bayi sudah lebih dari tiga hari tidak buang air besar, atau menjadi rewel dan terlihat kesakitan saat akan buang air besar, maka Anda harus waspada. Ditambah lagi bentuk tinja yang bulat kecil seperti kelereng. Ini adalah salah satu tanda awal bayi mengalami sembelit.

Penyebab sembelit pada bayi MPASI

Ada dua faktor yang menyebabkan bayi sembelit saat mulai diberikan MPASI, di antaranya: 

  • Pilihan jenis makanan

Beberapa jenis makanan tertentu berpotensi menyebabkan sembelit pada sebagian bayi. Jenis makanan ini di antaranya saus apel, pisang, dan serealia beras. Bila Anda memulai tahapan MPASI dengan salah satu dari jenis makanan ini dan bayi mengalami sembelit, segera hentikan pemberiannya. Berikan jus pir atau alpukat untuk membantu meredakan sembelit dan memperlancar buang air besarnya.

  • Dehidrasi

Saat memulai tahapan MPASI, tidak jarang ibu yang langsung mengurangi atau menghentikan pemberian ASI. Langkah ini ternyata justru dapat membuat bayi mengalami dehidrasi dan kemudian terjadilah sembelit. World Health Organization (WHO) menyarankan ASI tetap diberikan on demand—sebanyak yang bayi mau bahkan setelah MPASI dimulai. Jangan lupa berikan air putih setelah bayi selesai makan, agar proses pencernaan makanannya menjadi lebih lancar dan ia terhindar dari sembelit.

Pada beberapa kasus, perubahan jenis makanan dan penambahan cairan tidak cukup untuk membantu mengatasi sembelit pada bayi. Konsultasikan pada dokter bila perubahan pola dan jenis makanan tersebut tidak membantunya untuk buang air besar, bayi menjadi enggan makan, atau bahkan terdapat darah pada tinjanya. Pada keadaan seperti ini, bayi mungkin membutuhkan bantuan laksatif untuk membantu memperlancar buang air besar.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar