Sukses

Benarkah Pil KB Sebabkan Anemia?

Pernahkah Anda mendengar bahwa pil KB dapat menyebabkan anemia? Seperti apa faktanya?

Pernahkah Anda mendengar bahwa pil KB dapat menyebabkan anemia? Seperti apa faktanya? Pil KB merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang mengandung hormon reproduksi sintetik –yaitu progesteron atau kombinasi progesteron-estrogen. Pada dasarnya, pil KB memang dapat menimbulkan efek samping yang berbeda-beda. Ini tergantung dari jenis dan dosis pil KB yang digunakan. Alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) memiliki risiko perdarahan yang lebih besar dibandingkan dengan pil KB.

Efek samping yang biasanya muncul akibat mengonsumsi pil KB, di antaranya:

  • Haid tidak teratur dan bercak darah

Bercak darah biasanya hanya sedikit dan dapat terjadi pada 3 minggu pertama penggunaan pil KB.

  • Mual

Keluhan mual setelah mengonsumsi pil KB memang kerap terjadi. Untuk mencegahnya, sebaiknya minum pil KB bersamaan dengan konsumsi makanan.

  • Sakit kepala

Keluhan sakit kepala biasanya muncul pada beberapa minggu pertama penggunaan pil KB. Jika keluhan sakit kepala terjadi terus-menerus dan mengganggu, dokter biasanya akan mengganti pil KB dengan dosis estrogen yang lebih rendah, atau menggantinya dengan jenis kontrasepsi yang lain.

  • Berat badan

Perubahan berat badan pada setiap wanita berbeda-beda. Ada yang berat badannya meningkat, ada pula tidak berpengaruh sama sekali. Jika asupan kalori harian Anda tidak berubah atau sama dengan sebelumnya namun terjadi perubahan berat badan yang signifikan, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter.

  • Perubahan mood

Hormon dalam pil KB dapat mempengaruhi mood. Olahraga dan diet sehat dapat membantu mengurangi perubahan mood yang terjadi.

Lalu, bagaimana dengan pil KB dapat sebabkan anemia?

Sebenarnya, hubungan antara pil kb dengan anemia hanyalah mitos belaka. Pil KB umumnya justru dapat digunakan untuk mengurangi perdarahan yang justru dapat mengurangi risiko anemia pada wanita. Namun bila Anda menderita Anemia, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis kontrasepsi yang sesuai.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar