Sukses

Sakit Kepala, Sekadar Perasaan atau Bukan?

Ternyata, tidak semua sakit kepala merupakan gejala sebuah penyakit. Gangguan psikis juga dapat menyebabkan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Yuk, kenali ciri-ciri sakit kepala karena gangguan psikis.

Psychosomatic headache atau sakit kepala psikosomatis adalah istilah yang merujuk pada sakit kepala karena gangguan psikis, bukan disebabkan oleh suatu penyakit tertentu. Umumnya, gangguan ini dialami seseorang dengan gangguan emosional atau stres psikis. Apa hubungan gangguan psikis dan sakit kepala?

Gangguan Psikosomatis

Gangguan psikosomatis merupakan keluhan fisik yang dirasakan berhubungan dengan kondisi psikis, misalnya ketika seseorang mengalami tekanan mental (stres). Gangguan psikosomatis tidak terbatas pada sakit kepala, seseorang bisa saja mengeluh mual, muntah, bahkan mengalami penurunan kesadaran. Gejala lain yang juga umum dijumpai adalah sesak, cemas, berdebar-debar, peningkatan asam lambung, sakit kepala, dan sebagainya.

Hubungan tekanan psikis dan berbagai keluhan fisik masih dipelajari sampai saat ini. Namun, terjadinya keluhan psikosomatis dikaitkan dengan aktivasi saraf otonom, yang pada akhirnya menyebabkan berbagai keluhan yang dirasakan pasien.

Membedakan sakit kepala psikosomatis dengan sakit kepala akibat penyakit tertentu membutuhkan pemeriksaan yang teliti. Wawancara medis dengan seorang dokter dapat memperlihatkan latar belakang psikis yang dapat menjadi pencetus keluhan pasien. Selain itu, keluhan psikosomatis biasanya bersifat beragam dan tidak terbatas pada sakit kepala, melainkan bisa juga dimulai dari pegal-pegal, nyeri anggota tubuh, sampai sakit perut.

Penanganan sakit kepala psikosomatis

Penanganan sakit kepala akibat gangguan psikosomatis biasanya dimulai dengan pemberian obat simtomatis (berdasarkan gejala yang dikeluhkan). Jika terdapat gangguan psikologis yang diduga kuat berperan dalam terjadinya sakit kepala, maka penanganan gangguan yang mendasari juga diperlukan.

Beberapa pilihan terapi gangguan psikosomatis adalah dengan psikoterapi, pelatihan relaksasi, hipnosis, dan pemberian obat-obatan tertentu. Penanganan yang komprehensif dengan melibatkan dokter dari berbagai disiplin ilmu, seperti psikiater dan dokter ahli saraf, diperlukan dalam penanganan kasus psikosomatis.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar