Sukses

Dosis Minyak Krill yang Dianjurkan

Minyak krill dianggap memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan minyak ikan. Namun berapa dosis minyak krill yang dianjurkan agar bekerja secara maksimal?

Krill (Euphausia superba) adalah sejenis udang kecil yang hidup di laut Antartika dan menjadi makanan bagi hewan-hewan laut. Krill umumnya juga dikonsumsi oleh manusia sebagai makanan dan diolah menjadi minyak.

Minyak krill kaya akan asam lemak omega-3, EPA (eicosapentaenoic acid), dan DHA (docosahexaenoic acid). Asam lemak omega-3 terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah sehingga dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung.

Berbeda dengan Minyak Ikan

Minyak ikan dan minyak krill sama-sama mengandung EPA dan DHA yang tinggi. Perbedaannya, pada minyak ikan asam lemak omega-3 disimpan dalam bentuk trigliserida. Sedangkan pada minyak krill, sebesar 30-60% asam lemaknya disimpan dalam bentuk fosfolipid –terutama phosphatidylcholine.  Ini membuat minyak krill lebih mudah diserap di saluran pencernaan. Di samping itu, minyak krill memiliki bioavailibitas yang lebih baik dari minyak ikan.

Hal tersebut membuat dosis suplementasi yang dibutuhkan lebih rendah dibandingkan dengan minyak ikan untuk menghasilkan efek yang sama. Beberapa studi membuktikan bahwa konsumsi 1-1,5 gram minyak krill per hari, selama 120 hari, terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein), trigliserida, dan gula darah dibandingkan dengan 3 gram minyak ikan per hari.

Dosis yang Dianjurkan

Penelitian dari Journal of the American College of Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi 300 mg minyak krill per hari dapat menghambat peradangan dan mengurangi gejala artritis dalam 7-14 hari. Dosis yang dianjurkan untuk penderita kolesterol dan penyakit jantung adalah 1-3 gram/hari. Sedangkan dosis yang direkomendasikan untuk pencegahan penyakit/pemeliharaan kesehatan adalah 500 mg/hari.

Meskipun minyak krill memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan, namun orang yang alergi terhadap makanan laut –seperti; udang dan kerang– sebaiknya tidak mengonsumsinya karena dikhawatirkan dapat terjadi reaksi alergi. 

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar