Sukses

Mengatasi Sembelit dan BAB Keras pada Bayi

Sembelit dan BAB keras juga sering kali dialami bayi. Jika dibiarkan, feses dalam saluran cerna bayi akan semakin keras dan sulit dikeluarkan.

Kesehatan saluran cerna merupakan salah satu hal penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Saluran cerna yang sehat diperlukan untuk menjamin penyerapan gizi dengan baik. Tanpa saluran cerna yang sehat, proses pencernaan dan penyerapan zat gizi tidak dapat terjadi secara optimal.

Berbeda dengan saluran cerna dewasa yang sudah sempurna, saluran cerna bayi masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Itu sebabnya bayi lebih rentan mengalami masalah saluran cerna. Salah satu gangguan yang sering terjadi pada bayi adalah sembelit.

Sembelit merupakan berkurangnya frekuensi BAB (kurang dari tiga kali seminggu) disertai dengan feses yang keras. Penyebabnya antara lain karena kurangnya asupan serat dan cairan. Jika dibiarkan, feses akan semakin keras dan sulit dikeluarkan. Karena itu sembelit pada bayi tidak boleh disepelekan dan harus segera ditangani. Nah, bagaimana cara mengatasi sembelit dan BAB keras pada bayi?

  • Cukup minum air

Jika bayi masih berusia kurang dari 6 bulan, asupan ASI atau susu formula harus cukup. Jika sudah lebih dari 6 bulan, pastikan bayi mendapat asupan cairan sesuai kebutuhannya. Orangtua harus memberikan minum dalam jumlah cukup, walaupun bayi belum merasa haus.

  • Perbanyak konsumsi serat

Serat banyak terdapat pada buah, sayur, biji-bijian, dan jenis makanan lainnya. Selain itu, jika bayi hanya makan sumber protein dan lemak saja, BAB akan menjadi keras. Bayi juga memerlukan karbohidrat—seperti nasi, gandum, kentang, roti, jagung, sagu atau sumber karbohidrat lain—dalam jumlah yang sesuai kebutuhan bayi. Mengonsumsi yoghurt atau produk yang mengandung bakteri baik juga dapat membantu melunakkan BAB. 

  • Melakukan Teknik Pijat

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit pada bayi adalah dengan melakukan pijatan lembut di bagian perut bayi. Pijatan dimulai dari perut bagian kanan atas bayi menuju ke perut bagian kiri atas bayi, kemudian turun ke perut bagian kiri bawah bayi. Arah pijatan ini sesuai dengan arah perjalanan BAB dalam usus, sehingga dapat merangsang gerakan usus untuk melancarkan BAB.

Jika dengan cara-cara di atas konstipasi pada bayi Anda belum teratasi, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Dokter akan memberikan obat untuk melancarkan BAB bayi. Ada obat yang dapat diminum dan ada juga jenis obat yang dimasukkan melalui dubur. Jika BAB bayi sudah menumpuk dalam usus, dokter akan melakukan penanganan berupa evakuasi BAB. Kerja sama yang baik antara dokter dan Anda juga akan membantu mengatasi masalah ini.

2 Komentar