Sukses

Cara Melatih Anak Agar Cepat Merangkak

Salah satu tahap perkembangan motorik kasar anak adalah merangkak. Agar anak dapat merangkak dengan baik dan pada waktu yang tepat, dibutuhkan nutrisi serta stimulasi yang tepat pula.

Perkembangan motorik merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses tumbuh kembang anak. Perkembangan motorik anak secara umum terbagi menjadi dua, yaitu perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar terdiri dari kemampuan menahan kepala, berguling dengan perut, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. Sementara itu perkembangan motorik halus terdiri dari kemampuan memegang benda, mengambil benda, transfer benda dari tangan ke tangan, mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, menumpuk benda, mencoret-coret, menggambar, dan menulis.

Salah satu tahap perkembangan motorik kasar anak adalah merangkak. Secara normal proses merangkak terjadi setelah anak mampu duduk sendiri. Merangkak merupakan proses penting sebagai peralihan antara kemampuan duduk dan berdiri pada anak. Selain itu, merangkak merupakan salah satu kemampuan dinamis sehingga anak mampu menjelajahi ruangan dan lingkungannya serta memperoleh sendiri benda yang diinginkannya. Anak biasanya dapat merangkak pada usia delapan bulan.

Agar anak dapat merangkak dengan baik dan pada waktu yang tepat, dibutuhkan hal-hal berikut ini:

  • Kesehatan sistem organ dan nutrisi

Kesehatan seluruh sistem organ tubuh terutama sistem otot, tulang, saraf, dan penglihatan. Selain itu, nutrisi yang baik juga sangat penting untuk menunjang perkembangan motorik anak.

Mengapa demikian?

Agar dapat merangkak, anak harus memiliki massa serta kekuatan otot dan tulang yang baik pada daerah tangan, tungkai, dan perut. Bayi yang terlalu kurus atau mengalami malnutrisi akan mengalami keterlambatan perkembangan motorik, termasuk merangkak. Sementara itu, bayi yang terlalu gemuk juga akan kesulitan mempertahankan keseimbangan gerakannya saat merangkak.

  • Stimulasi yang cukup

Selanjutnya agar dapat merangkak tepat waktu, anak harus mendapatkan stimulasi yang cukup. Stimulasi mulai dilakukan saat anak sudah dapat duduk sendiri. Lakukan dengan cara menarik perhatian anak, seperti menggunakan benda-benda yang ia sukai dari jarak yang tidak terjangkau dari posisi duduk.

Pada awalnya, saat anak mulai belajar merangkak, orangtua dapat membantu untuk memegangi bagian perut dan dada anak untuk mempertahankan posisi dan menjaga keseimbangannya. Dari hari ke hari longgarkan pegangan secara perlahan dan akhirnya lepaskan agar anak mampu bergerak, mempertahankan posisi, dan mengoordinasikan gerakannya saat merangkak.

Jika anak sudah dapat merangkak sendiri, secara bertahap berikan stimulasi dengan benda yang jaraknya lebih jauh sehingga anak akan merangkak lebih jauh lagi. Selain itu, Anda dapat menstimulasi anak untuk merangkak dengan memosisikan diri Anda pada suatu tempat yang terpisah dari bayi dalam suatu ruangan. Kemudian panggil bayi Anda sehingga ia terstimulasi untuk merangkak menuju posisi Anda. Setelah anak mampu merangkak dengan baik, barulah lanjutkan stimulasi berdiri pada anak Anda.

Ingatlah, dengan nutrisi dan stimulasi yang optimal, tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terjadi dengan baik pula. 

0 Komentar

Belum ada komentar