Sukses

Inilah Dampak Buruk Osteoporosis bagi Tulang

Osteoporosis dapat diartikan sebagai tulang porotik (keropos). Waspada, inilah dampak buruk osteoporosis bagi kesehatan tulang Anda.

Setelah usia 35 tahun, selisih antara jumlah tulang yang terbuang dan jumlah tulang yang masih bertahan mulai tampak tidak seimbang. Hal ini wajar, karena merupakan bagian dari proses penuaan.

Namun demikian, hal ini akan berdampak pada menurunnya total jumlah jaringan untuk kepadatan tulang. Dokter dan tenaga kesehatan sering menyebutnya sebagai “bone loss”, hilangnya massa tulang atau “bone thinning” - penipisan tulang.

Memang, hal ini tidak akan membuat struktur tulang Anda terlihat berbeda dari luar. Namun jika dilihat dari dalam, massa tulang akan terlihat lebih tipis dan struktur penopang bagian dalam juga semakin menipis atau bahkan patah.

Hal tersebut menyebabkan struktur di dalam tulang Anda, yang biasa disebut dengan “sarang lebah” (honeycomb), mengalami pelebaran. Oleh karena itu, osteoporosis dapat diartikan sebagai tulang porotik (keropos).

Perubahan pada kualitas tulang Anda tersebut akan memberat secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Tulang menjadi lebih rapuh, dan patah tulang menjadi lebih mungkin terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Osteoporosis terjadi pada 1/3 populasi wanita, sedangkan pada populasi pria hanya 1/5. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang lebih sering terjadi secara drastis pada wanita, terutama ketika ia megalami menopause.

Tiga jenis fraktur yang paling sering terjadi adalah fraktur pergelangan tangan, fraktur tulang panggul dan fraktur pada tulang belakang. Terjadinya hal ini sering kali disebabkan oleh karena tulang-tulang tersebut berfungsi sebagai penyangga berat tubuh, sehingga apabila terjadi sesuatu, misalnya terjatuh, beban akan bertumpu pada tulang-tulang tersebut.

Untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis, Anda dapat mempraktikkan tindakan CERDIK:

  1. Cek kesehatan secara berkala, minimal 1 tahun sekali jika Anda telah berusia 30 tahun atau lebih.
  2. Enyahkan Asap Rokok.
  3. Rangsang aktivitas fisik atau berolahraga sebanyak 3 kali seminggu selama 30 menit, atau berjalan kaki 10.000 langkah per hari.
  4. Diet sehat dan seimbang dengan memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D, serta menjaga berat badan tetap ideal.
  5. Istirahat yang cukup.
  6. Kelola stres dengan baik.

0 Komentar

Belum ada komentar