Sukses

Segera Cek Kesehatan Sendi Jika Anda Alami Gejala Ini

Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, jangan tunggu lagi. Segera periksakan sendi Anda sebelum terlambat.

Menurut data dari Jerman, satu dari tiga orang di bawah usia 20 tahun dapat mengalami rematik. Seiring dengan meningkatnya usia, angka kejadian rematik akan semakin meningkat.

Rematiknya Orang Muda

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan rematik kronik yang menyerang 1% dari populasi dunia. RA adalah jenis rematik yang paling banyak menyerang dewasa muda. Sebanyak 25-30 dari 100.000 laki-laki dewasa dan 50-60 dari 100.000 wanita dewasa menderita penyakit ini.

Dua puluh lima tahun lalu, penyakit RA baru dapat di diagnosis setelah orang yang bersangkutan mengalami penyakit tersebut selama dua tahun. Kini, dengan pesatnya kemajuan ilmu kedokteran dan kesadaran masyarakat, RA dapat diketahui lebih awal.

Berbeda dengan RA yang disebabkan oleh penyakit autoimun, osteoartritis (OA) disebabkan karena faktor penuaan. OA menyerang setidaknya 30 juta warga Amerika. Sepertiga dari mereka berusia di atas 65 tahun, dan 13,9% di antaranya berusia 25 tahun ke atas.

Kenali Gejalanya

Gejala RA yang paling umum antara lain nyeri, kaku, kemerahan, dan bengkak –terutama di pagi hari– pada sendi-sendi kecil di tangan dan kaki. Gejala tersebut dapat mengenai beberapa sendi dan umumnya mengenai kedua tangan atau kaki (simetris). Awalnya gejala tidak dirasakan terus-menerus –kadang timbul, kadang hilang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, gejala akan dirasa semakin berat dan sering –bahkan dapat dialami setiap hari.

Sebelum pada sendi kecil, terkadang pasien juga merasakan keluhan serupa pada sendi besar –misalnya; bahu atau lutut. Namun hanya pada satu sisi tubuh. Selain gejala lokal pada sendi, penderita RA juga dapat mengalami keluhan umum seperti; cepat lelah, penurunan berat badan, depresi, dan demam.

Sementara itu, OA yang dikaitkan dengan faktor usia dan kelebihan berat badan awalnya memberikan gejala nyeri sendi saat beraktivitas. Nyeri sendi tersebut umumnya dialami pada sendi besar, seperti bahu, lutut, dan pinggul. Seiring dengan perjalanan penyakit, semakin lama nyeri akan semakin berat dan dirasakan terus-menerus –meski sedang tidak beraktivitas. Nyeri dalam skala ringan-sedang dirasakan konstan, diselingi dengan nyeri yang lebih berat saat beraktivitas. Selain nyeri, gejala yang dikeluhkan oleh pasien OA adalah kaku, sendi berbunyi, keterbatasan pergerakan sendi, dan pembesaran sendi.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, jangan tunggu lama. Segera kunjungi dokter untuk memastikan keluhan yang Anda alami. Jika diketahui sedini mungkin, maka pengobatan dapat dilakukan secepatnya untuk meminimalkan perjalanan penyakit.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar