Sukses

Perkembangan Keterampilan Makan pada Anak

Anak akan memulai MPASI? Yuk, pahami terlebih dulu mengenai kesiapan keterampilan makannya.

Asupan gizi merupakan salah satu hal penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Setelah Anda sukses memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, langkah selanjutnya adalah memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Pemberian MPASI sangat dipengaruhi oleh kesiapan keterampilan makan bayi. Kemampuan ini akan terus berkembang hingga akhirnya anak dapat memakan makanan keluarga dengan sendirinya.

Berikut ini tabel perkembangan keterampilan makan pada bayi yang bisa Anda gunakan sebagai panduan:

USIA (BULAN)

PERKEMBANGAN OROMOTOR

PERKEMBANGAN MOTORIK UMUM

KETERAMPILAN MAKAN

TEKSTUR

FREKUENSI

6-9

  • Menggigit dan mengunyah gerakan rahang ke atas dan ke bawah.
  • Menelan dengan mulut tertutup.
  • Menempatkan makanan diantara rahang atas dan bawah.
  • Duduk sendiri atau minta bantuan.
  • Mulai menggunakan ibujari dan telunjuk untuk menunjuk benda.
  • Mampu makan pure,makanan lumat atau cincang.
  • Makan pakai sendok dengan mudah.

Mulai dengan bubur halus (dapat juga ditambahkan dengan ASI/susu formula). Bubur haruslah lembut, cukup kental, kemudian dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar.

2-3 kali per hari, ASI tetap sering diberikan/susu formula.

Tergantung nafsu makannya, dapat diberikan 1-2 kali selingan.

9-12

  • Gerakan lidah ke samping kiri dan kanan serta memutar.
  • Mulai mencakupkan bibir pada pinggir cangkir.
  • Duduk sendiri.
  • Memegang sendok sendiri.
  • Memegang makanan dan memakannya.
  • Mampu memakan makanan lunak, cincang kasar.
  • Mulai mencoba makan dengan tangannya sendiri.

Makanan dicincang halus atau disaring kasar, kemudian ditingkatkan semakin kasar sampai makanan bisa dipegang/diambil dengan tangan.

3-4 kali per hari, ASI tetap diberikan/susu formula.

Tergantung nafsu makannya, dapat diberikan 1-2 kali selingan.

12-23

Gerakan mengunyah berputar, rahang stabil.

  • Berjalan.
  • Berdiri.
  • Makanan keluarga
  • Makan sendiri tetapi masih dengan bantuan.

Makanan keluarga, bila perlu masih dicincang atau disaring kasar.

3-4 kali per hari, ASI tetap diberikan/susu formula.

Tergantung nafsu makannya, dapat diberikan 1-2 kali selingan.

 

Dukungan nutrisi yang maksimal berupa ASI maupun MPASI sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. KALBE Nutritionals bekerja sama dengan Morinaga Research Center Jepang menyajikan rangkaian produk Morinaga, yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mendukung tumbuh kembang anak Anda. Rangkaian produk Morinaga terdiri dari:

1. Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges

Morinaga Chil Kid Soya (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya (3-12 tahun) merupakan susu pertumbuhan bergizi berbahan dasar isolat protein kedelai tanpa penambahan laktosa, untuk mengatasi gejala alergi susu sapi pada anak yang sudah didiagnosis alergi susu sapi.

2. Morinaga P-HP MoriCare+ Prodiges

Morinaga Chil Kid P-HP merupakan susu pertumbuhan bergizi untuk anak usia 1-3 tahun, yang dapat mengurangi risiko alergi bagi anak yang berbakat alergi. Morinaga Chil Kid P-HP mengandung protein susu sapi yang telah diolah secara enzimatik, sehingga lebih mudah dicerna dan mengurangi reaksi hipersensitivitas serta risiko alergi bagi anak yang memiliki riwayat alergi.

3. Morinaga Platinum MoriCare+ Prodiges

Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Prodiges (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges (3-12 tahun) merupakan susu pertumbuhan yang hadir dengan sinergi nutrisi tepat MoriCare+ Prodiges. Dilengkapi dengan Faktor Kecerdasan Multitalenta yang mengoptimalkan penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar; Faktor Pertahanan Tubuh Ganda yang meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit; serta Faktor Tumbuh Kembang Optimal yang membantu untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.

4. Morinaga Gold

Morinaga Gold terdiri dari Morinaga Chil Kid Gold (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Gold (4-12 tahun). Kandungan nutrisinya terdiri dari kolin, asam lemak esensial AAL, zat besi, prebiotik laktulosa, laktoferin, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, sehingga dapat mengoptimalkan kecerdasan anak sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar