Sukses

Melatih Anak untuk Berani Berpendapat

Untuk melatih anak agar berani berpendapat, diperlukan stimulus yang terus-menerus sejak dini. Apa saja yang bisa dilakukan oleh orangtua?

Sebagai orangtua, tentu Anda menginginkan anak berani mengungkapkan pendapat dan dapat berpikir secara kritis. Meski demikian, kemampuan ini tidak didapat dengan mudah. Diperlukan stimulasi terus-menerus dari orangtua, supaya anak dapat mempelajari serta menerapkannya.

Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda lakukan:

  1. Kemampuan anak dapat berbeda-beda sesuai dengan usianya. Pada usia 2-3 tahun, doronglah anak untuk melakukan segala kegiatan yang ia sukai dan berikan contoh yang baik kepada mereka. Hindari sikap menyalahkan jika anak melakukan kesalahan karena dapat membuat anak menjadi tidak mandiri. Selain itu, sikap tersebut juga dapat menimbulkan rasa takut pada anak untuk mengungkapkan keinginannya.

Pada usia 4-5 tahun, anak akan cenderung bertanya mengenai banyak hal. Di sinilah peranan orangtua, pengasuh ataupun guru dalam merangsang anak untuk berpikir kritis. Usahakan untuk menjawab semua pertanyaan anak. Jika Anda tidak dapat menjawab, berikan jeda waktu pada anak agar Anda mencari jawabannya terlebih dahulu dan tepatilah janji untuk menberikan jawabannya.

  1. Berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pendapatnya dan hargai mereka. Ini dapat membangun kepercayaan diri anak. Namun, Anda tetap harus teliti terhadap apa yang disampaikan dan berikan arahan yang baik.
  2. Berdiskusilah dengan anak mulai dari hal-hal yang paling mudah. Misalnya dalam memilih makanan atau pakaian yang akan dikenakan. Tanyakan alasan yang mendasari pilihan mereka. Gunakan pertanyaan terbuka tersebut agar merangsang anak untuk berpendapat.
  3. Saat anak berbicara, dengarkan dan jangan potong pembicaraannya agar ia belajar untuk menghargai orang yang sedang berbicara.
  4. Jika hendak melakukan aktivitas bersama anak, biasakan untuk menyampaikan tujuan dari setiap aktivitas tersebut. Misalnya, saat merencanakan kegiatan berenang dengan anak. Jelaskan padanya bahwa berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang baik untuk tubuh agar tidak mudah sakit.
  5. Berikan anak pujian ketika ia mengutarakan pendapat yang menurut Anda baik.
  6. Pilihlah sekolah yang menerapkan metode diskusi dengan anak, bukan hanya metode konvensional di mana anak hanya duduk dan diam saat guru sedang menerangkan.

Dengan memerhatikan kiat-kiat di atas, diharapkan anak dapat dengan mudah mengutarakan pendapatnya, sehingga menciptakan cara berpikir yang kritis dan logis yang akan membantu kehidupannya kelak.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar