Sukses

4 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Menstimulasi Anak

Stimulasi yang tepat tidak hanya dapat merangsang kecerdasan anak, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembangnya di masa mendatang.

Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan harapan setiap orangtua. Stimulasi adalah salah satu hal penting untuk mencapainya. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui stimulasi yang tepat pada anak sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan stimulasi pada anak:

  1. Waktu

 Perkembangan otak terpesat terjadi sampai usia dua tahun. Pada masa ini stimulasi sangat penting. Stimulasi harus dilakukan setiap hari dan sesering mungkin. Lakukan saat anak dalam kondisi nyaman; misalnya: saat anak tidak sedang lapar, haus, atau mengantuk.

  1. Cara

Lakukan stimulasi dengan metode ‘belajar-mengajar’. Anda bisa melakukannya sambil bermain atau bahkan dalam kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, mandi, dan sebagainya. Stimulasi harus interaktif, menyenangkan, dan penuh kasih sayang.

  1. Aspek perkembangan yang harus tercakup

Terdapat beberapa aspek perkembangan yang harus distimulasi; yaitu sensorik, motorik kasar dan motorik halus, bahasa, kognitif, kemandirian sosial, emosional, serta spiritual. Setiap aspek hendaknya distimulasi secara proporsional agar anak berkembang dengan seimbang. Selain itu, kembangkan juga kemampuan otak kiri dan kanan secara seimbang.

  1. Stimulasi bertahap sesuai umur
    • 0-3 bulan: paparkan dengan suara, misalnya lewat suara ibu dan ayah atau musik. Aktivitas menyusui, sentuhan, pelukan, kontak mata, dan senyuman juga akan membantu. Perlihatkan mainan berwarna terang atau hitam-putih yang bergerak/berputar.
    • 3-6 bulan: panggil nama anak, ajak bermain, ajak bercermin, dukung bayi untuk tengkurap, tarik tubuh bayi ke posisi duduk.
    • 6-9 bulan: ajari melambaikan tangan, tepuk tangan, bersalaman, menunjuk benda, duduk.
    • 9-12 bulan: ajari anak untuk mengucapkan kata-kata ‘mama’, ‘papa’, ‘bobo’, dan ‘mimi’. Ajak berdiri, memegang cangkir dan minum dari cangkir, atau meniru tindakan.
    • 12-18 bulan: ajari menunjuk gambar, mengombinasikan kata, menyusun kubus secara vertikal, menggunakan sendok. Ajak secara bertahap untuk berjalan, naik tangga,  berlari-menendang bola.
    • 18-24 bulan: ajari untuk menyebutkan nama gambar, nama bagian tubuh, serta nama aktivitas sehari-hari. Ajak mencuci dan mengeringkan tangan, memakai pakaian, menggosok gigi.
    • 2-3 tahun: anak distimulasi untuk dapat menyebutkan nama saudara atau temannya, menyebutkan warna, mengenal kata sifat, menghitung mainan, membuat garis vertikal mengikuti contoh, menggosok gigi, serta membantu pekerjaan rumah.
    • 3-5 tahun: toilet training, menggambar lingkaran/persegi mengikuti contoh serta mulai kenalkan pada huruf dan angka. Stimulasi untuk dapat menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai suatu hal sederhana, misalnya cerita pendek.

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menstimulasi anak. Mari bangun generasi cerdas dengan stimulasi yang tepat!

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar