Sukses

Pola Asuh yang Tidak Efektif untuk Anak

Pola asuh yang diberikan dapat memengaruhi kehidupan anak pada masa mendatang. Ini harus menjadi perhatian para orangtua sejak dini.

Pola asuh memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. Tak hanya itu, dengan pola asuh yang tepat, anak juga bisa bertumbuh kembang dengan optimal. Sayangnya, tanpa sadar orangtua sering melakukan kesalahan dalam mengasuh anak. Penyebabnya bisa karena kurangnya pengetahuan orangtua mengenai pola asuh.

Berikut adalah beberapa pola asuh anak yang tidak efektif bila diterapkan:

  • Pola asuh otoriter

Ini adalah pola asuh dimana orangtua selalu melindungi anak secara berlebihan. Orangtua menganggap bahwa semua peraturan yang mereka terapkan adalah untuk kebaikan anak. Melindungi anak memang tugas orangtua. Namun jika dilakukan secara berlebihan dan tidak memberi anak kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan, maka akan berdampak buruk bagi anak. Hasilnya anak kurang bisa mengendalikan emosi, kurang percaya diri, pemalu, tidak mandiri, dan sebagainya.

  • Pola asuh penolakan

Pada tipe ini, orangtua cenderung tidak ingin terlalu terlibat atau cuek. Hasilnya, anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, karena merasa tidak berharga dan akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

  • Pola asuh permisif

Pola asuh jenis ini berbanding terbalik dengan pola asuh otoriter. Dalam pola asuh permisif , anak memiliki kebebasan dan sebagian besar keinginannya dipenuhi oleh orangtua. Orangtua menerapkan pola asuh ini karena mereka menganggap ini merupakan bentuk kasih sayang. Namun, pola asuh jenis ini akan membuat anak cenderung terus menuntut haknya, egois, kurang sopan, dan sebagainya.

  • Pola asuh orangtua yang berbeda

Pada tipe ini, orangtua memberikan aturan yang berbeda-beda sehingga anak menjadi bingung harus mengikuti aturan yang mana. Akhirnya anak akan berpihak pada salah satu orangtua yang sering memihak anak dan mengikuti kemauannya.

  • Pola asuh karena ambisi orangtua

Orangtua tentu menginginkan anaknya sukses. Terkadang hal ini justru membuat orangtua terlalu berambisi terhadap cita-cita anak, dan tidak mendengarkan keinginan anak. Pola asuh jenis ini akan membuat anak cenderung tidak semangat sekolah dan kemungkinan anak akan mempunyai hasil yang tidak baik di sekolah.

  • Pola asuh membandingkan anak

Pada tipe ini, orangtua sering membandingkan anak mereka yang berprestasi dengan yang tidak. Dampaknya, anak yang tidak berprestasi akan menjadi anak yang kurang percaya diri, karena selalu dibandingkan dengan saudaranya.

  • Pola asuh hadiah

Pola asuh dengan hadiah yang dimaksud di sini adalah jika orangtua menggunakan hadiah yang bersifat materi atau suatu janji ketika menyuruh anak berperilaku seperti yang diinginkan. Hal tersebut akan membuat anak berperilaku baik hanya jika mendapatkan hadiah. 

0 Komentar

Belum ada komentar