Sukses

Tip Sukses ASI Eksklusif Bagi Ibu Bekerja

Bagaimana caranya agar ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif pada buah hati tercinta? Simak kiatnya di sini.

Bagi wanita karier dengan waktu cuti yang sudah habis, urusan pemberian ASI biasanya jadi masalah utama. Tapi tenang saja, pemberian ASI eksklusif bukan hal yang tidak mungkin bagi ibu bekerja.

Sesungguhnya pemberian ASI eksklusif dapat membantu ibu dalam mengurangi risiko anak sakit infeksi. Sebab dalam ASI terkandung berbagai zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Selain itu, dengan tidak menggunakan susu formula, risiko terjangkit kuman akibat air dan cara pembuatan yang tidak steril dapat diminimalisir. Anak yang sedang sakit tentu akan mengganggu fokus ibu yang bekerja, bukan?

Tapi bagaimana agar ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif pada buah hati tercinta meski harus bekerja? Jawabannya adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya dengan benar sebelum diberikan pada bayi.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Perhatikan cara memerah ASI

Ada dua cara untuk memerah ASI, secara manual (menggunakan tangan) maupun dengan bantuan alat. Jika berniat untuk memerah ASI menggunakan tangan, pastikan cara Anda benar yaitu dengan menekan areola (bagian atas puting) menggunakan ibu jari dan telunjuk. Menekan area puting dengan jari merupakan cara yang salah, karena berisiko menimbulkan lecet pada puting.

Anda juga bisa menggunakan alat pompa ASI. Alat pompa bersifat lebih praktis dan tidak menyulitkan Anda. Pastikan kebersihannya setiap sebelum pemakaian.

  • Botol penyimpanan ASI

Sebelum mulai memompa ASI, jangan lupa sterilkan botol yang akan digunakan untuk menyimpannya. Sebaiknya Anda menggunakan botol khusus penyimpanan ASI yang terbuat dari kaca atau plastik. Sterilkan botol dengan cara perebusan maupun menggunakan alat sterilisator khusus (jika tersedia).

  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk menyusui

Agar tidak menyulitkan proses memerah ASI yang akan Anda lakukan di sela-sela jam istirahat, gunakanlah pakaian yang sederhana (misalnya memiliki kancing di depan). Bila akan memerah ASI berdekatan dengan orang lain, gunakan apron (celemek) agar lebih leluasa tanpa khawatir payudara Anda terlihat.

  • Cara penyimpanan ASI yang benar

Setelah memerah ASI ke dalam mangkuk atau botol, pastikan Anda menyimpannya dengan baik. Jika tidak tersedia lemari es, ASI dapat dibiarkan dalam suhu ruangan hanya selama 6-8 jam. ASI dapat disimpan pada lemari es maupun freezer dengan lama waktu penyimpanan yang berbeda-beda. Bila disimpan pada lemari es, ASI dapat bertahan selama 3 hari. Sedangkan bila disimpan dalam freezer, ASI dapat bertahan hingga 2-3 bulan.

Demikianlah kiat-kiat yang dapat menjadi pedoman bagi Anda yang ingin melanjutkan ASI eksklusif, sekalipun harus kembali bekerja. Selamat bekerja sambil meneruskan ASI eksklusif!

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar