Sukses

Sulit Menyusui Karena Puting Datar? Ini Tekniknya!

Umumnya puting datar atau inversi tidak menyebabkan masalah yang berarti saat menyusui. Jika kondisi ini menyebabkan kesulitan menyusui, simak langkah-langkah berikut.

Agar bayi dapat menyusu dengan efektif, perlekatan bayi dengan payudara harus baik dan benar. Puting payudara yang datar atau inversi dapat menyulitkan perlekatan.

Umumnya, puting datar tidak menyebabkan masalah yang berarti saat menyusui. Sebab perlekatan bayi yang benar saat menyusu tidak hanya dengan puting, namun  juga dengan areola payudara.

Perhatikan apakah puting Anda benar-benar datar atau tidak. Hal ini bisa dilakukan saat masa kehamilan dengan ‘mencubit’ puting menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tekan perlahan kurang lebih 2,5 cm di belakang puting. Bila puting Anda menonjol, berarti tidak ada masalah. Jika tidak atau menegak maka dianggap datar. Kalau menghilang maka disebut inversi.

Puting datar atau inversi disebabkan karena perlekatan pada dasar puting yang menempel pada kulit di bawahnya. Walaupun pada trimester terakhir kehamilan kulit payudara menjadi lebih elastis, beberapa sel pada puting dan areola bisa saja masih melekat. Masalah yang terjadi saat menyusui tergantung dari derajat inversi puting payudara dan bayi. Bayi yang lahir cukup bulan, sehat, serta kuat menyusu akan mampu ‘mengeluarkan’ puting dan melepaskan perlekatan tersebut dengan mudah.

Apabila terjadi kesulitan perlekatan bayi pada payudara, coba tip berikut:

  1. Stimulasi puting sebelum menyusui. Pegang puting dengan ibu jari dan telunjuk. Lakukan gerakan menggulung selama 30 detik, kemudian taruhkan handuk yang sudah dibasahi dengan air dingin segera sebelum menyusui bayi Anda. Proses ini akan membantu mengeluarkan (menonjolkan) puting.
  2. Perhatikan bagaimana mulut bayi melekat pada payudara. Pastikan mulut bayi terbuka lebar saat hendak menyusu.
  3. Genggam payudara Anda dengan ibu jari pada bagian atas dan keempat jari lainnya di bagian bawah agar lebih banyak areola yang masuk ke dalam mulut bayi. Tekan sambil dorong ke arah dinding dada. Ini akan memanjangkan dan menyempitkan areola agar bayi dapat melekat lebih mudah.
  4. Gunakan pompa ASI/payudara untuk menarik puting di antara waktu menyusui. Selain pompa ASI, nipple puller juga dapat digunakan.
  5. Gunakan breast shells/cangkang payudara di antara waktu menyusui atau 30 menit sebelum menyusui. Breast shells dibuat dari plastik. Tekanan cangkang terhadap areola akan merenggangkan perlekatan dan membantu mengeluarkan puting.
  6. Bila bayi masih sulit melekat, coba gunakan nipple shield. Nipple shield terbuat dari silikon tipis yang fleksibel dengan lubang yang cocok pada puting Anda. Namun konsultasikan terlebih dulu dengan konsultan laktasi sebelum menggunakannya. Penggunaan yang tidak benar dapat mengurangi produksi ASI.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar