Sukses

Dua Penyakit yang Sering Menyerang Anak Pascalebaran

Seru rasanya merayakan Lebaran bersama kerabat dengan mudik ke kampung halaman. Namun, acara selepas Lebaran bisa berkurang keseruannya jika anak sakit usai mudik.

Setiap pulang dari mudik Lebaran, anak hampir selalu jatuh sakit. Ada dua penyakit yang menjadi langganan selepas pulang mudik, yaitu batuk pilek dan diare.

Kombinasi dari kelelahan akibat perjalanan panjang, acara yang padat, dan makanan yang kurang dijaga, disinyalir berkontribusi terhadap terjadinya dua penyakit tersebut.

Batuk Pilek

Tidak heran apabila anak sering terjangkit batuk pilek. Bayi dan anak rentan terkena common cold karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna.

Anak usia prasekolah dapat mengalami common cold sebanyak sembilan kali setahun, sementara itu anak yang duduk di bangku TK umumnya dapat terkena batuk pilek sampai dua belas kali dalam setahun.

Common cold dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus yang berbeda, namun penyebab tersering adalah rhinovirus. Meskipun dirasakan mengganggu, common cold adalah penyakit yang relatif tidak berbahaya, kecuali bagi bayi baru lahir. Tanpa pengobatan, sakit batuk pilek ini pun dapat hilang dengan sendirinya dalam empat hingga sepuluh hari.

Selain batuk pilek, gejala common cold dapat berupa nyeri tenggorokan, demam, lemas, muntah, dan diare.

Untuk mencegah penularan, biasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan, sepulang bepergian, sehabis menggunakan toilet, bermain, dan memegang hewan peliharaan. Selain anak, Anda juga tidak boleh ketinggalan untuk selalu menjaga kebersihan tangan.

Ajarkan pula kepada anak untuk selalu menutup hidung dan mulut saat bersin ataupun batuk. Gunakan tangan atau tisu, dan setelahnya ia harus membuang tisu ke tempat sampah dan mencuci tangannya.

Diare

Ada beberapa penyebab diare pada anak, namun pada umumnya, diare merupakan mekanisme untuk mengeluarkan kuman atau racun dari dalam tubuh.

Diare terjadi apabila anak mengeluarkan tinja yang berkonsistensi cair lebih dari tiga kali dalam sehari. Selain itu, gejala diare juga dapat berupa demam, mual, muntah, kembung, dan nyeri perut.

Diare pada anak kecil paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yaitu rotavirus. Di samping virus, diare juga dapat diakibatkan oleh bakteri seperti Salmonella dan parasit seperti Giardia.

Selain infeksi, diare juga dapat disebabkan oleh obat-obatan, seperti antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berkepanjangan untuk mengobati suatu infeksi bakteri dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus, sehingga memicu diare. Berbagai studi mengungkapkan bahwa pemberian probiotik (bakteri baik seperti Lactobacillus yang umumnya ditemukan dalam yoghurt) dapat mempercepat penyembuhan diare akibat antibiotik.

Pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan saat anak diare adalah memberikan cairan pengganti, seperti oralit. Berikan ASI atau susu lebih dari biasanya. Anda juga dapat memberikan buah pisang dalam menu anak.

Awasi tanda-tanda dehidrasi seperti lemas, cenderung mengantuk, ubun-ubun cekung, mata kering dan cekung, mulut dan kulit kering, serta volume air seni yang sedikit. Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, segera periksakan anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar