Sukses

Anak-Anak Ternyata Bisa Alergi Santan!

Santan sangat berguna untuk menambah rasa pada makanan anak, sehingga ia pun bisa lebih lahap. Namun tahukah Anda, ternyata anak-anak pun bisa alergi terhadap santan?

Santan sering sekali ditemukan di berbagai macam makanan Indonesia. Mulai dari menu sarapan seperti bubur kacang hijau; menu makan besar seperti nasi uduk, opor, sambal hati, telur petis, lontong sayur, gulai, kari; hingga makanan penutup seperti agar dan bolu kukus.

Terlebih saat Lebaran nanti, menu makanan yang mengandung santan pasti akan marak di mana-mana. Anda harus ekstra berhati-hati apabila anak memiliki alergi terhadap santan.

Santan diperoleh dengan memeras daging kelapa yang sudah diparut, yang dicampurkan dengan air. Kelapa merupakan buah dari pohon yang secara alami tumbuh di daerah tropis.

Manfaat kelapa sangat melimpah bagi kehidupan. Sabutnya dapat dibuat menjadi tali dan keset. Daging dan airnya dapat dibuat menjadi berbagai makanan dan minuman. Selain itu, kelapa juga dapat dibuat menjadi berbagai produk, seperti kosmetik, sampo, dan sabun.

Gejala Alergi Santan

Alergi santan secara sistemik jarang terjadi. Namun demikian, alergi kontak terhadap bahan yang merupakan hasil pemrosesan kelapa lebih sering ditemukan. Zat ini umumnya terdapat pada sampo, pelembap, dan sabun.

Gejala alergi santan dapat terlihat pada kulit, berupa ruam merah, biduran, serta bengkak pada mata dan bibir. Pada pencernaan dapat timbul gejala mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Sementara itu, gejala pada pernapasan dapat berupa mengi, batuk, dan pilek.

Selain itu, ada pula gejala alergi yang paling parah, yakni reaksi anafilaksis – jenis reaksi alergi yang paling serius dan dapat berakibat fatal.

Penanganan untuk Alergi Santan

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan alergi santan. Yang dapat dilakukan saat ini hanyalah mencegah agar alergi tersebut tidak kambuh kembali, dengan cara menghindari konsumsi kelapa.

Kelapa dapat ditemukan dalam bentuk minyak, nasi, gula, air, krim, susu, es krim, kue, biskuit, cokelat, permen, serta berbagai macam masakan. Apabila membeli makanan jadi, Anda harus memperhatikan label makanan untuk menghindari kandungan kelapa dan santan di dalamnya.

Apabila telah telanjur terjadi gejala, Anda dapat memberikan obat antialergi untuk sementara. Apabila gejala belum berkurang atau malah semakin memberat, disarankan untuk segera membawa anak ke dokter. 

0 Komentar

Belum ada komentar