Sukses

Awas, Obat Maag Bisa Sebabkan Efek Samping Ini

Selain dapat mengatasi keluhan, obat maag juga dapat sebabkan beberapa efek samping ini! Ketahui selengkapnya dari dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc berikut ini.

Apakah Anda pernah mengalami sakit maag dan mengonsumsi jenis obat maag tertentu? Lalu, apakah Anda mengalami kondisi yang tidak nyaman setelah mengonsumsi obat maag tersebut?

Perlu diketahui, belakangan ini banyak beredar obat-obatan untuk mengatasi sakit maag. Terkadang, obat-obatan tertentu untuk penyakit maag dapat dikaitkan dengan beberapa efek samping, baik yang sering, jarang ataupun sangat jarang terjadi.

Berikut penjelasannya.

  • Obat Maag Golongan Antasida

Antasida merupakan salah satu obat yang mudah ditemukan, dan dikonsumsi oleh sebagian besar orang untuk meredakan keluhan maag. Fungsi dari antasida adalah menetralisir asam dan rasa nyeri pada lambung dengan cepat.

Umumnya, antasida dapat dikonsumsi saat timbul gejala atau pada waktu di mana gejala dirasakan sering timbul. Efek samping yang dari konsumsi antasida adalah diare, sulit buang air besar, kram pada perut, dan rasa lemas.

  • Obat Maag Golongan Reseptor Histamin-2

obat golongan penghambat reseptor histamin-2 juga umum digunakan oleh penderita maag. Fungsi dari obat ini adalah mengurangi produksi asam lambung. Golongan obat jenis ini yang sering digunakan adalah ranitidine, famotidine, dan cimetidine.

Efek samping yang dapat timbul akibat konsumsi obat penghambat reseptor histamin-2 adalah diare, nyeri kepala, pusing, kemerahan pada kulit, dan rasa lemas.

  • Obat Maag Golongan Proton Pump Inhibitor

Obat golongan proton pump inhibitor (PPI) bekerja dengan menghambat aktivitas sel yang memproduksi asam lambung serta mencegah terjadinya kerusakan pada dinding lambung. Jenis dari obat PPI yang sering digunakan adalah omeprazole, pantoprazole, dan lansoprazole, yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk dikonsumsi dalan rentang 4-8 minggu.

Efek samping yang dapat timbul dari konsumsi obat maag golongan PPI adalah nyeri kepala, diare, rasa lemas, dan kemerahan pada kulit.

Efek samping obat maag yang disebutkan di atas umumnya jarang terjadi, dan hanya berlangsung sementara. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan untuk mengurangi gejala yang timbul sebagai efek samping dari obat-obat maag adalah dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi setiap hari, meningkatkan asupan cairan dengan minum air mineral minimal 8 gelas sehari, serta berolahraga secara rutin dan teratur.

Namun bila Anda mengalami keluhan yang berkepanjangan setelah mengonsumsi obat tertentu, segeralah membawa diri untuk berkonsultasi ke dokter. 

0 Komentar

Belum ada komentar