Sukses

Maag Akibat Infeksi Bakteri, Mungkinkah?

Karena gejalanya yang sangat mirip, infeksi bakteri sering salah dianggap sebagai keluhan perut kembung akibat sakit maag. Ketahui selengkapnya berikut ini.

Karena gejalanya yang sangat mirip, infeksi bakteri sering salah dianggap sebagai keluhan perut kembung akibat sakit maag. Jika Anda sering mengalami keluhan maag dan masih asing dengan hal ini, maka sudah saatnya Anda membaca lebih lanjut tentang bakteri ini.

Bakteri penyebab maag

Helicobacter pylori, atau H. pylori, merupakan salah satu bakteri gram negatif berbentuk spiral yang dapat menembus dan bertahan hidup di bagian bawah lambung. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang dapat memecah pertahanan lapisan lambung dan kemudian menempel pada sel-sel lambung.

Di lambung, bakteri ini dapat menghasilkan karbon dioksida, amonia, serta zat lain yang bersifat toksik –yang dapat berakumulasi untuk merusak sel-sel lambung dan membentuk tukak pada lambung.

Tukak lambung

Tukak lambung dapat diawali dengan terjadinya gastritis, atau peradangan pada lambung. Gejala yang dirasakan dapat serupa dengan gejala maag, yaitu rasa nyeri atau panas pada dada, rasa perih di perut, bersendawa, kembung, maupun mual dan muntah.

Pada beberapa individu, dapat juga timbul beberapa gejala red flag –seperti nyeri perut hebat, sulit menelan, buang air besar disertai darah, dan muntah disertai darah– yang harus segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menetapkan diagnosis infeksi bakteri H. pylori adalah urea breath test (UBT), pemeriksaan darah untuk menilai adanya antibodi terhadap H. pylori, atau analisa feses untuk melihat adanya bakteri H. pylori pada feses.

Bila memang terbukti positif, pengobatan dapat dilakukan dengan pengobatan triple therapy, yaitu pemberian dua antibiotik (umumnya golongan amoxicillin dan clarithromycin) dan satu obat golongan proton pump inhibitor (PPI) selama 7 sampai 14 hari.

Namun seandainya ditemukan bahwa tidak terdapat infeksi bakteri, maka gangguan lambung yang terjadi mungkin dipicu oleh faktor-faktor lain seperti pola makan yang tidak teratur, stres psikologis, atau mengonsumsi jenis makanan tertentu yang dapat memicu peningkatan asam lambung. Bila demikian, maka tata laksananya adalah dengan menggunakan obat-obatan pereda keluhan maag tanpa pemberian antibiotik tambahan. (NB)

0 Komentar

Belum ada komentar