Sukses

Waspada, Maag Juga Incar Anak-Anak

Tidak hanya orang dewasa, maag juga kerap mengincar anak-anak. Sebenarnya, apa yang melatarbelakangi maag pada anak? Simak selengkapnya berikut ini.

Maag atau dispepsia merupakan kondisi yang terjadi bila terdapat peningkatan produksi asam pada lambung yang kosong. Maag umumnya menyebabkan keluhan perih pada perut, bersendawa, serta rasa panas atau terbakar pada dada.

Banyak yang mengira bahwa maag hanya dapat terjadi pada orang dewasa saja. Ketahuilah, keluhan rasa nyeri perut atau bersendawa akibat maag juga dapat terjadi pada anak.

Apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan hal ini?

Secara umum, maag yang pada anak terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, efek samping dari obat, efek dari radioterapi, riwayat mengonsumsi makanan yang dapat mengiritasi lambung –seperti makanan pedas, makanan asam, kopi, teh, atau soft drink, maupun infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Gejala maag yang dialami anak umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Gejala yang umumnya dirasakan oleh misalnya, rasa kembung, nyeri pada ulu hati atau perut dan terkadang dapat juga disertai dengan muntah.

Rasa nyeri akibat maag ini sering kali membuat anak terbangun di malam hari dan menggangu jam tidurnya. Bila terjadi selama berbulan-bulan, umumnya keluhan ini dikaitkan dengan adanya infeksi bakteri.

Pada anak yang terdiagnosis maag akibat infeksi bakteri, umumnya dokter akan memberikan tata laksana berupa antibiotik dan obat untuk mengurangi gejala yang dirasakan selama 1-2 minggu.

Setelah obat diberikan dalam kurun waktu tersebut, pada anak yang memiliki keluhan red flag –seperti muntah yang disertai darah, BAB yang disertai darah, atau nyeri perut yang tidak tertahankan– dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk menentukan penyebab timbulnya keluhan tersebut.

Setelah menjalani pengobatan dan keluhan dirasakan berkurang, dokter akan menyarankan agar anak mengurangi konsumsi minuman bersoda, makanan pedas atau makanan asam secara berlebihan, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah agar tidak memicu timbulnya keluhan berulang. (NB)

0 Komentar

Belum ada komentar