Sukses

Benarkah Kopi Sebabkan Osteoporosis?

Menurut kabar yang beredar, kopi merupakan salah satu penyebab terjadinya osteoporosis. Benarkah? Berikut info medis dari dr. Aldico Sapardan, Sp.OT.

Kafein adalah zat alami yang ditemukan pada tanaman. Beberapa tanaman yang memiliki kandungan kafein di dalamnya, misalnya biji kopi, daun teh dan biji cokelat.

Selain sebagai zat alami, kafein juga diproduksi secara buatan dan ditambahkan ke makanan tertentu. Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan  peningkatan kewaspadaan. Jika dikonsumsi, kafein dapat memberikan dorongan energi yang bersifat sementara dan mengangkat suasana hati.

Seperti yang diketahui, kopi merupakan sumber kafein utama. Pada setiap 1 cangkir kopi terkandung sekitar 103 mg kafein.

Kopi merupakan minuman yang wajib untuk dikonsumsi. Pasalnya, dengan meminum kopi stamina tubuh akan menjadi lebih tinggi sehingga akan lebih semangat untuk melakukan aktivitas seharian.

Namun menurut kabar yang beredar, kopi merupakan salah satu penyebab terjadinya osteoporosis. Benarkah demikian?

Sebenarnya, hubungan antara konsumsi kopi yang berlebihan dan fraktur akibat osteoporosis masih diperdebatkan oleh para ahli hingga saat ini. Suatu penelitian menjelaskan bahwa konsumsi lebih dari 330 mg kafein (setara dengan 4 cangkir (600 ml) kopi) sehari dipercaya mampu menyebabkan turunnya kepadatan tulang. Sedangkan penelitian lain menjelaskan bahwa konsumsi kopi sebanyak 4 cangkir sehari berisiko rendah menyebabkan fraktur akibat osteoporosis.

Dari penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kopi akan menyebabkan kepadatan tulang menurun namun tidak meningkatkan risiko patah tulang akibat osteoporosis.

Langkah untuk memiliki tulang sehat dan mencegah osteoporosis adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan harian. melakukan latihan beban secara rutin, menghindari rokok dan alkohol yang berlebihan juga harus dilakukan.

Berkonsultasilah dengan dokter mengenai bagaimana kondisi kesehatan tulang Anda. Jika dibutuhkan, lakukanlah tes kepadatan tulang dan minumlah obat sesuai anjuran dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar