Sukses

Mengapa Migrain Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Apakah benar bahwa fluktuasi hormon membuat wanita lebih rentan terserang migrain? Temukan jawabannya di sini.

Migrain merupakan keluhan yang banyak dirasakan oleh wanita, namun kenapa hal ini bisa terjadi?

Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa migrain memiliki banyak pemicu, mulai dari rangsangan visual, auditoris maupun hal-hal lainnya. Beberapa peneliti meyakini bahwa ada salah satu pemicu utama dari migrain yang berkaitan erat dengan jenis kelamin, yaitu fluktuasi hormon. Angka kejadian migrain pada remaja pria lebih banyak pada remaja perempuan, dan pada saat remaja perempuan mulai menstruasi, kejadian migrain perlahan tapi pasti meningkat melebihi pria.

Pemeriksaan radiologi menunjukkan pemetaan kondisi migrain yang timbul pada otak penderitanya, dan pencetus utamanya adalah estrogen. Meski begitu, beberapa peneliti menyatakan bahwa hormon lain juga memiliki peran.

Selain itu, faktor lainnya adalah pola otak yang mungkin menjelaskan mengapa begitu banyak wanita daripada pria yang memiliki migrain. Pada wanita pengidap migrain, bagian otak yang bernama insula dan precuneus memiliki “grey matters” yang lebih tebal, di mana tempat ini adalah tempat untuk pemrosesan nyeri. Namun, penemuan ini tidak memberikan hasil yang konsisten pada seluruh pengidap migrain.

Teori lain memaparkan bahwa perbedaan jenis kelamin membuat perbedaan respons nyeri. Untuk pria, suatu rangsangan nyeri dalam ambang tertentu tidak diterjemahkan sebagai nyeri. Namun, pada wanita hal tersebut memberikan efek nyeri yang diterjemahkan sebagai rasa sakit.

Beberapa teori tersebut memberikan pengembangan pada terapi migrain yang spesifik. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter terkait keluhan nyeri kepala yang menetap atau kronis.

0 Komentar

Belum ada komentar