Sukses

Solusi untuk Anak yang Susah Mandi

Anda dibuat pusing karena anak tiba-tiba mogok mandi? Simak kiatnya untuk membujuk anak agar kembali menyenangi aktivitas mandi.

Heran, dulu anak senang sekali jika waktu mandi tiba. Namun, sekarang ia mati-matian menolak untuk mandi. Apa yang terjadi?

Mogok mandi adalah salah satu perubahan yang umum terjadi pada anak kecil. Hal ini bisa dicetuskan oleh beberapa hal yang tidak menyenangkan, seperti trauma saat mandi dan imajinasi anak yang berlebihan. Namun demikian, tidak sedikit pula aktivitas mogok mandi yang tidak memiliki alasan penyebabnya.

Bisa jadi kepala anak terbentur gagang shower, jatuh terpeleset di kamar mandi, dan mata menjadi perih karena terkena sampo atau sabun. Atau, bisa jadi ia berimajinasi ikut terseret ke saluran pembuangan bersama air bekas ia mandi.

Anda tak perlu khawatir, karena ketakutan ini lama-kelamaan akan menghilang dengan sendirinya. Sementara itu, apa yang dapat Anda lakukan untuk membujuk anak kembali menyenangi aktivitas mandi?

Bicara Tentang Ketakutannya

Pertama, tanyakan baik-baik kepada anak, apa yang mengganggu pikirannya dan apa yang membuat ia menjadi ogah mandi. Jika Anda telah mengetahui penyebabnya, berikan semangat dan tenangkanlah dirinya. Jika memungkinkan, berikanlah solusi untuk mengatasinya.

Hindari mengolok-olok atau meremehkan alasan ketakutannya, meskipun terdengar sepele bagi Anda. Jangan pula memaksa anak untuk tetap mandi. Bersabarlah, hal ini pasti akan berlalu.

Tingkatkan Keamanan di Kamar Mandi

Apabila ia rentan terpeleset, letakkan karpet karet antilicin di lantai kamar mandi, dan mintalah anak untuk berdiri di atasnya selama mandi.

Ramaikan dengan Mainan

Anak akan lebih tertarik untuk mandi apabila ia berendam di dalam bak mandi atau ember. Ajaklah mainan karet berbunyi seperti bebek-bebekan, bola warna-warni, dan buku tahan air untuk menemaninya mandi.

Walaupun waktu yang dibutuhkan untuk kembali menyenangi aktivitas mandi bervariasi untuk setiap anak, Anda tidak perlu khawatir. Cukup bersabar dan berusaha, kelak anak akan kembali kepada aktivitas rutinnya seperti biasa.

0 Komentar

Belum ada komentar