Sukses

Bahaya Jajan Sembarangan Saat Buka Puasa

Terjebak macet di waktu berbuka puasa kerap membuat seseorang untuk jajan di sembarang tempat, tanpa memikirkan higienitas makanan yang hendak dikonsumsi untuk berbuka puasa. Padahal, ini sangat berbahaya. Berikut ulasannya.

Buka puasa tentunya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang menjalankan ibadah puasa, terlebih bila terdapat kesempatan untuk berbuka puasa di rumah. Hal sederhana tersebut bisa memberikan kebahagiaan yang besar.

Namun, ada kalanya Anda terjebak macet saat menuju ke rumah di waktu-waktu berbuka, hingga tidak ada pilihan lain selain menyantap makanan yang mudah diperoleh di sekitar Anda. Hal ini sah-sah saja. Yang terpenting Anda mampu memilih makanan pembuka yang disajikan secara higienis, mengingat penyakit dapat bersumber dari makanan yang tidak bersih.

Makanan yang tidak diolah dengan higienis dapat menjadi sumber masuknya kuman penyakit. Risiko ini bisa saja terdapat pada makanan, tidak terkecuali jajanan untuk Anda berbuka puasa.

Karena bersumber dari makanan, maka gangguan saluran cerna adalah salah satu manifestasi gejala yang paling utama. Salah satu gangguan pencernaan yang paling sering terjadi adalah diare.

Jangan anggap remeh diare, sebab penyakit ini menjadi salah satu dari dua penyebab kematian terbanyak anak (selain pneumonia) di seluruh dunia. Sekitar 1,5 juta anak meninggal setiap tahunnya akibat penyakit diare, terutama akibat makanan yang terkontaminasi atau air yang tercemar.

Seseorang dapat terserang penyakit secara langsung akibat tertelannya kuman yang terdapat pada makanan, maupun memakan ‘racun’ yang dikeluarkan oleh kuman dan tertinggal di makanan tersebut.

Bagaimana proses suatu makanan dapat terkontaminasi?

Kontaminasi dapat terjadi pada saat produksi makanan, maupun saat makanan tersebut disajikan. Berikut penjelasannya:

  1. Pengolah makanan tidak mencuci tangannya dengan seksama sebelum menangani makanan/bahan makanan.
  2. Bahan makanan yang akan diolah tidak dicuci bersih terlebih dahulu.
  3. Menggunakan air yang tercemar sebagai bahan masakan.
  4. Menggunakan peralatan makan yang tidak dicuci bersih, atau dicuci menggunakan air yang tercemar.
  5. Kontaminasi udara dan lingkungan sekitar saat makanan telah siap disajikan, contohnya makanan yang dihinggapi lalat, makanan yang terkena debu jalanan akibat tidak ditutup, dan lain-lain.

Jutaan orang menderita penyakit setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka mengalami kematian akibat mengonsumsi makanan yang tidak aman. Lebih dari 200 macam penyakit dapat disebarkan lewat makanan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Demam tifoid (gejala demam, muntah, diare, konstipasi)
  • Hepatitis A  (demam tinggi, kulit kuning, mual dan muntah, lemas)
  • Disentri (diare berdarah)
  • Kolera (diare seperti air keran)
  • Diare akibat amuba (diare berdarah)
  • Botulisme (gejala utama kelumpuhan)

Ternyata, begitu banyak jenis penyakit yang dapat disebarkan lewat makanan yang tidak bersih. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menjadi teliti dan selektif dalam menentukan mana jajanan yang akan Anda beli, salah satunya jajanan yang hendak Anda gunakan sebagai makanan untuk berbuka puasa.

Cara mempersiapkan makanan yang baik dan higienis menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran sebagian besar penyakit yang bersumber dari makanan. Selain menjaga kebersihan bahan masakan yang digunakan dan higienitas lingkungan sekitar, kebersihan tangan pengolah makanan dengan mempraktikan cara mencuci tangan yang baik dan benar – yaitu menggunakan sabun serta dibilas dengan air mengalir – juga menjadi faktor utama yang menentukan.

0 Komentar

Belum ada komentar