Sukses

Redakan Maag dengan Menambah Jam Tidur

Maag ternyata dapat diredakan hanya dengan menambah jam tidur. Sebenarnya, apa hubungan menambah jam tidur dengan meredakan maag? Berikut ulasannya.

Hampir semua orang pernah merasakan gejala maag dalam hidupnya. Gejala maag ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati, kembung, begah, mual, hingga muntah.

Maag, dalam dunia kedokteran disebut sebagai dyspepsia. Maag sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala.

Gejala maag dalam dunia kedokteran dikelompokkan menjadi 3 tipe, yaitu:

  • Tipe seperti tukak peptik, yang lebih didominasi dengan gejala nyeri ulu hati.
  • Tipe seperti gangguan pergerakan, yang lebih didominasi dengan gejala kembung dan mual.
  • Tipe tidak spesifik, yang merupakan campuran dari kedua tipe di atas.

Gejala maag secara umum disebabkan oleh peningkatan kadar asam lambung, serta gangguan pada selaput mukosa lambung (selaput yang melapisi rongga dalam lambung). Hal ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti pola makan yang tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi makanan asam, pedas, atau berlemak, kebiasaan merokok dan minum alkohol, stres, dan sering mengonsumsi obat penghilang nyeri. 

Stres merupakan salah satu pencetus gejala maag. Pasalnya, stres dapat mengurangi aliran darah ke mukosa lambung. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi dan pertahanan sel-sel mukosa lambung sehingga mudah rusak. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan produksi asam lambung tidak stabil, sehingga dapat menjadi faktor pencetus terjadinya gejala maag.

Oleh karena itu, menghindari stres sangatlah penting untuk mencegah dan mengurangi gejala maag. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah dengan menambah jam tidur.

Tidur merupakan aktivitas yang penting bagi tubuh. Pasalnya, peremajaan sel-sel tubuh serta detoksifikasi tubuh dari berbagai racun yang masuk ke dalam tubuh terjadi pada saat kita tidur. Di samping itu, tidur juga memiliki fungsi untuk relaksasi tubuh dan pikiran. Kekurangan tidur dapat menyebabkan rasa mengantuk, lelah, lemas, penurunan kosentrasi, ketidakstabilan emosi, dan stres. Inilah alasan mengapa tidur yang cukup sangat penting untuk mengurangi tingkat stress, sehingga dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala maag.

Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari kita kerap tidur larut malam, baik karena menyelesaikan pekerjaan, beraktivitas di malam hari, ataupun melakukan hal lainnya. Padahal, tubuh membutuhkan tidur 7-8 jam sehari. Jika kekurangan tidur ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, tidak hanya akan memperparah kondisi maag Anda, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan secara umum.

Oleh karena itu, perbaikilah pola tidur Anda untuk mengurangi gejala maag yang Anda alami. Selain itu, jaga juga pola makan Anda dengan menghindari makanan yang terlalu asam, pedas dan berlemak, serta menjaga pola makan teratur agar produksi asam lambung Anda tidak berlebihan. Di samping itu, hindari pula faktor-faktor pemicu gejala maag lainnya, seperti merokok dan minuman beralkohol.

Jika Anda meraskaan gejala maag, segeralah minum obat maag sebagai pertolongan pertama. Jika gejala tidak menghilang dengan obat maag, kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar