Sukses

Bolehkah Penderita Maag Mengonsumsi Santan?

Menurut kabar yang beredar, penderita maag tidak boleh mengonsumsi santan. Namun sebenarnya, bagaimana hal ini jika ditinjau dari sisi medis? Berikut ulasannya.

Maag merupakan salah satu gejala yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Gejala maag dapat berupa rasa nyeri pada ulu hati, kembung, mual, dan muntah.

Maag dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispepsia. Dispepsia paling sering terjadi karena kadar asam lambung berlebih. Hal ini sering terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi makanan asam, pedas, atau berlemak, kebiasaan merokok dan minum alkohol, stres, dan sering mengonsumsi obat penghilang nyeri.

Dispepsia yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat berisiko menyebabkan komplikasi, seperti peradangan lambung (gastritis), luka pada lambung dan usus dua belas jari (tukak peptik), serta naiknya asam lambung ke kerongkongan (Gastro-Esofageal Refluks Disesase/GERD).

Komplikasi ini tidak mudah untuk ditangani. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan penanganan gejala maag dengan benar perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara memperbaiki pola makan.

Maag dan Santan

Masyarakat Indonesia sangat gemar mengonsumsi makanan yang bersifat asam, pedas, dan berlemak. Padahal, jenis makanan tersebut dapat mencetuskan terjadinya kelebihan asam labung, sehingga dapat menyebabkan gejala maag.

Salah satu bahan makanan pencetus maag yang cukup sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah santan.

Santan mengandung kalori, lemak jenuh dan tak jenuh, gula, kalsium, sedikit protein serta mineral lainnya. Konsumsi santan dalam jumlah yang tepat dapat bermafaat bagi tubuh, karena adanya kandungan omega-3 dan omega-6, serta beberapa mineral penting lainnya bagi tubuh. Namun demikian, konsumsi santan secara berlebihan sangat tidak baik, karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Santan tidak baik bagi penderita maag, karena santan banyak mengandung zat lemak. Lemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna di dalam lambung. Hal ini secara otomatis dapat merangsang sel-sel lambung untuk memproduksi asam lambung lebih banyak, sehingga dapat memperparah gejala maag yang terjadi.

Oleh karena itu, jika Anda sering mengalami gejala maag, hindarilah untuk mengonsumsi santan secara berlebihan. Pasalnya, selain dapat memperparah gejala maag Anda, konsumsi santan berlebihan juga tidak sehat untuk tubuh Anda karena dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol di dalam tubuh.

Di samping itu, hindari pula makanan yang terlalu asam dan terlalu pedas. Jaga pola makan Anda tetap teratur agar produksi asam lambung Anda stabil. Hindari pula faktor-faktor pemicu gejala maag lainnya, seperti stres, merokok, dan alkohol.

Makanlah makanan yang bergizi, berolahragalah dengan rutin dan teratur, serta beristirahatlah dengan cukup, agar tubuh Anda lebih bugar.

Jika gejala maag menyerang, segera lakukan pertolongan pertama dengan mengonsumsi obat maag. Jika gejala tak kunjung hilang, segera bawa diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar