Sukses

Awas, Kamar Tidur Anak Bisa Jadi Sumber Alergi

Hampir setiap malam dan pagi ketika bangun tidur alergi anak kambuh. Hati-hati, kemungkinan sumber alergi anak berasal dari kamar tidurnya.
Apakah gejala alergi anak sering kali – bahkan setiap kali – kambuh ketika ia sedang berada di kamar tidurnya, atau pada malam dan pagi hari? Jika ya, kemungkinan sumber alerginya ada di kamar tidur anak.

Tanpa Anda ketahui, ada banyak hal yang dapat menjadi sumber pencetus alergi pada anak. Baik itu seprai, gorden, boneka kesayangan, karpet, hingga penyejuk ruangan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan alergi pada anak antara lain debu, tungau debu rumah, jamur, bulu binatang, bulu atau kotoran kecoa, dan udara dingin.

Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan alergi pada anak:

  • Debu sangat mudah menumpuk di perabotan rumah, terutama di benda-benda berbulu yang mudah menyimpan debu. Oleh karena itu, usahakan agar Anda selalu menyempatkan diri untuk membersihkan kamar tidur anak secara berkala.
  • Cuci seprai, selimut, gorden, dan boneka anak. Akan lebih baik untuk tidak meletakkan boneka berbulu dan karpet di kamar anak, karena dua benda tersebut sangat baik dalam menyimpan debu. Anda juga dapat menaruh mesin penyaring udara di kamar anak.
  • Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari secara berkala. Hal ini untuk mematikan tungau debu rumah yang umumnya gemar bersarang di dalam peralatan tidur tersebut.
  • Lakukanlah kegiatan bersih-bersih tersebut ketika anak sedang tidak ada di rumah, misalnya ketika ia sedang bersekolah.
  • Bukalah semua jendela pada pagi dan siang hari, agar sinar matahari dapat masuk dan membunuh kuman dan mengurangi kelembapan. Cuci saringan penyejuk udara secara berkala, supaya jamur tidak tumbuh.
  • Apabila anak alergi bulu binatang, hal terbaik baginya adalah tidak memelihara hewan peliharaan di rumah. Namun apabila Anda sudah telanjur memiliki hewan kesayangan, usahakan agar ia tidak berkeliaran di dalam rumah dan meninggalkan bulunya di mana-mana.

Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, diharapkan alergi pada anak bisa berkurang sehingga ia pun bisa lebih aktif dalam melakukan kegiatan hariannya.

0 Komentar

Belum ada komentar