Sukses

Langsing dengan Metode Transfer Lemak

Mungkin Anda pernah mendengar tentang metode transfer lemak dari teman atau kerabat. Apa sebenarnya transfer lemak itu? Yuk, ketahui lebih jauh di sini!

Slim & Fit

Memiliki tumpukan lemak berlebih di area perut atau paha tentu sungguh menyebalkan. Terlebih bila Anda sudah berolahraga mati-matian untuk menghilangkannya. Terkadang pasti terlintas pikiran seandainya saja Anda dapat mentransfer kelebihan lemak itu ke bagian tubuh yang lain, seperti pada bokong atau payudara.

Hal tersebut kini bukanlah impian semata! Anda bisa memperolehnya melalui metode fat transfer atau transfer lemak.   

Apa itu metode transfer lemak?

Pada proses transfer lemak, pertama-tama akan dilakukan proses sedot lemak pada area tertentu, misalnya perut atau paha. Setelah didapatkan jumlah lemak yang sesuai, maka lemak akan dimasukkan ke dalam alat khusus untuk diproses. Lemak kemudian akan dimasukkan (melalui jarum atau kanul) ke area yang diinginkan.

Pada kondisi apa saja bisa dilakukan transfer lemak?

  • Untuk menambahkan volume payudara, bokong, atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengoreksi kerutan atau bagian wajah yang cekung, misalnya pada dahi.
  • Meremajakan punggung tangan yang keriput.
  • Meremajakan wajah.

Apa saja keuntungan dari metode transfer lemak?

Transfer lemak menggunakan lemak yang diambil dari tubuh kita sendiri, sehingga mengurangi risiko terjadinya alergi apabila dibandingkan dengan implan atau bahan sintetis lainnya. Selain itu, luka bekas operasi transfer lemak juga lebih kecil bila dibandingkan dengan operasi pemasangan implan (pada payudara atau bokong).

Apa saja efek samping dari transfer lemak?

Selain pengerjaan yang lebih lama dan biaya yang mahal, hasil dari operasi transfer lemak terkadang juga tidak sesuai yang diinginkan karena sel lemak yang ditanamkan belum tentu akan hidup semua – tergantung dari nutrisi yang didapatkan serta kondisi kesehatan Anda.

Di samping itu, efek samping dari proses transfer lemak adalah:

  • Nyeri dan pembengkakan pada area tindakan.
  • Infeksi.
  • Lebam.
  • Emboli.
  • Robekan pada organ dalam.
  • Kalsifikasi lemak.

Oleh karena itu, sebelum Anda melakukan tindakan operasi transfer lemak, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih rinci mengenai plus dan minusnya terhadap dokter bedah plastik Anda. Pastikan juga bahwa dokter bedah plastik yang menangani Anda memang sudah berpengalaman dalam melakukan tindakan ini. 

0 Komentar

Belum ada komentar