Sukses

Tidak Suka Minum Susu? Waspada Osteoporosis!

Osteoporosis rentan diderita oleh anda yang tidak suka minum susu? Mengapa demikian? Simak selengkapnya tentang osteoporosis berikut ini.

Apakah Anda tidak suka minum susu? Berhati-hatilah, karena tidak suka minum susu bisa menjadi salah satu hal yang dapat menyebabkan osteoporosis.

Perlu Anda ketahui, tulang akan terus tumbuh dan memadat hingga mencapai usia tertentu, hingga kemudian tulang akan menjadi semakin lemah dan semakin berkurang kepadatannya seiring dengan bertambahnya usia.

Remaja menjelang usia 20 tahun mengalami pembentukan tulang yang pesat. Masa ini merupakan masa persiapan untuk mencapai puncak pertumbuhan massa tulang atau yang dikenal sebagai peak bone mass.

Pembentukan tulang selama remaja dan peak bone mass menentukan densitas atau kepadatan tulang seseorang di masa dewasa dan hal ini berkaitan dengan status osteopenia dan osteoporosis.

Selama remaja, kebutuhan mineral utama pembentuk tulang, seperti kalsium, akan meningkat sejalan dengan berlangsungnya proses pertumbuhan tulang. Kalsium dan fosfor merupakan elemen penyusun utama dari tulang. Kekurangan kalsium di masa remaja dan masa dewasa awal akan meningkatkan risiko osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang.

Susu dan produk olahannya merupakan sumber kalsium yang utama. Kalsium juga dapat berasal dari sumber lain, seperti ikan teri, tulang ikan sarden kaleng, sayuran hijau, tahu, kedelai, kerang, dan tiram. Kebiasaan mengonsumsi asupan sumber kalsium dapat memberikan cadangan kalsium cukup yang diperlukan dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang yang tercermin pada densitas tulang dan ukuran tulang, termasuk tinggi badan.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa remaja yang mengonsumsi susu mempunyai kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak atau hanya sedikit mengonsumsi susu.

Namun, konsumsi kalsium dari susu dan konsumsi kalsium dari sumber makanan berkalsium lainnya tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan densitas tulang ataupun tinggi badan. Sementara itu, jumlah konsumsi susu dan frekuensi minum susu menunjukkan hubungan yang nyata dengan densitas tulang dan tinggi badan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan mengonsumsi susu maka asupan kalsium tubuh dapat terpenuhi dengan baik sehingga pertumbuhan kepadatan tulang juga dapat berjalan dengan baik. Namun tanpa mengonsumsi susu, maka risiko untuk menderita osteoporosis pun akan ikut meningkat. Keadaan tersebut harus diatasi dengan mengonsumsi asupan makanan berkalsium lainnya sehingga kebutuhan tubuh terhadap kalsium dapat terpenuhi dan tulang tetap sehat sampai tua.

0 Komentar

Belum ada komentar