Sukses

Benarkah Osteoporosis Dapat Terjadi Karena Faktor Genetik?

Osteoporosis atau tulang keropos penyebabnya sangat beragam. Namun, benarkah osteoporosis dapat terjadi karena faktor genetik? Simak selengkapnya di sini.

Osteoporosis, atau tulang keropos, dapat disebabkan oleh banyak faktor. Masalah kesehatan ini dapat terjadi dan semakin meningkat risikonya dengan semakin banyaknya variasi faktor pencetus pada satu orang.

Jika osteoporosis atau tulang keropos ini telah terjadi, maka risiko untuk terjadi patah tulang sangatlah tinggi. Kondisi yang terjadi karena osteoporosis ini dapat menyebabkan berbagai gangguan bermakna yang mengganggu seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang, antara lain:

1. Genetik

Kesehatan tulang Anda tergantung dari gen yang diturunkan dari orangtua Anda. Apabila salah satu orangtua Anda mengalami patah tulang panggul, besar kemungkinan jika Anda juga dapat mengalami fraktur yang sama.

2. Usia

Bone loss atau hilangnya kepadatan tulang akan meningkat pada usia senja, sehingga pada saat berusia 75 tahun, separuh dari populasi manusia akan mengalami osteoporosis. Semakin bertambah usia, tulang akan semakin bertambah rapuh. Hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya fraktur.

3. Jenis kelamin

Wanita memiliki tulang yang lebih kecil dibandingkan pria. Selain itu, wanita juga mengalami masa menopause yang akan meningkatkan proses bone turnover, atau meningkatnya metabolisme tulang yang mengakibatkan keluarnya kalsium dari tulang.

4. Riwayat patah tulang

Apabila Anda pernah mengalami riwayat patah tulang sebelumnya, termasuk tulang belakang, maka Anda berisiko untuk mengalami fraktur, atau keadaan tulang retak ataupun patah, di kemudian hari.

5. Ras

Orang-orang ras Afro American memiliki risiko osteoporosis lebih rendah dibandingkan dengan ras Caucasian atau Asian. Hal ini disebabkan karena tulang-tulang yang dimiliki oleh ras Afro American lebih besar dan kuat. Dengan demikian, orang Indonesia yang merupakan ras Asian mempunyai risiko tinggi untuk terkena osteoporosis.

6. Berat badan rendah

Apabila Anda memiliki Body Mass Index (BMI) yang rendah, atau di bawah 19 kg/m2, maka Anda memiliki risiko besar untuk mengalami osteoporosis dan fraktur.

7. Jatuh

Orang lanjut usia yang berusia lebih dari 75 tahun memiliki risiko terjatuh sehingga dapat terjadi fraktur, terutama pada sendi panggul. 

Maka dapat disimpulkan bahwa faktor genetik ternyata dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. Jadi, jika Anda telah mengetahui adanya peran faktor genetik sebagai salah satu faktor pencetus osteoporosis, Anda perlu melakukan pencegahan yang lebih baik lagi agar Anda tidak mengalami masalah kesehatan yang serupa. Terlebih lagi, jika terdapat lebih banyak faktor dalam diri Anda yang meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis, atau tulang keropos, di kemudian hari.

Oleh karena itu, menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang sehat untuk tulang dapat Anda lakukan sejak saat ini guna membantu menurunkan risiko terjadinya tulang keropos di kemudian hari.

0 Komentar

Belum ada komentar