Sukses

Sakit Kepala Biasa atau Akibat Tumor?

Lho, apa hubungannya sakit kepala dan tumor? Mungkin Anda bertanya demikian saat membaca judul artikel ini. Untuk mengetahuinya lebih jauh, yuk baca penjelasan dari dr. Dyan Mega.

Sakit kepala yang biasa kita alami ternyata dapat menjadi salah satu pertanda adanya tumor di otak. Salah satu jurnal yang dimuat dalam American Headache Society menyebutkan bahwa pada 171 orang dengan tumor otak yang diteliti, 71% atau sekitar 120 orang mengalami sakit kepala sebagai salah satu gejala awal tumor.

Mengapa tumor bisa menyebabkan sakit kepala?

Kepala kita memiliki rongga yang dibatasi dengan tengkorak. Rongga ini ukurannya sesuai dengan volume otak. Apabila terdapat massa tambahan berupa tumor, massa ini akan mendesak otak sehingga tekanan dalam rongga tengkorak menjadi meningkat. Peningkatan tekanan dalam tengkorak ini menyebabkan keluhan sakit kepala, bahkan hingga mual atau muntah.

Pada awalnya, gejala sakit kepala yang dirasakan mungkin ringan namun seiring dengan waktu sakit kepala ini jadi memberat dan tidak berkurang dengan pengobatan standar yang seharusnya dapat meredakan keluhan. Selain sakit kepala, biasanya orang dengan tumor otak juga mengeluhkan gejala penyerta lain.

Perlu diingat bahwa otak merupakan organ yang menjadi pusat kendali segala aktivitas tubuh seperti pusat bicara, pusat gerak, pusat penglihatan dan berbagai aktivitas lain yang dilakukan anggota tubuh. Bila massa tumor otak ini menekan salah satu pusat kendali, maka organ yang dikendalikan akan terpengaruh dan fungsinya dapat terganggu. Dari sinilah kemudian muncul gejala lain yang menyertai nyeri kepala.

Walaupun demikian, tidak semua sakit kepala merupakan pertanda adanya tumor otak. Dari beberapa sumber, disebutkan ciri khas sakit kepala akibat tumor otak adalah sakit kepala yang memburuk saat pagi hari. Akan tetapi, kekhasan sakit kepala ini tidak bisa dijadikan penanda tunggal adanya kemungkinan tumor otak. Beberapa gejala penyerta sakit kepala yang juga dapat mengarahkan pada kemungkinan tumor otak, di antaranya:

  • Perubahan pola sakit kepala.
  • Sakit kepala tidak membaik dengan pengobatan antinyeri standar.
  • Kelemahan anggota tubuh.
  • Penurunan fungsi sensoris.
  • Gangguan penglihatan.

Siapa saja yang berisiko terkena tumor otak?

Orang yang banyak terpapar radiasi ion berisiko tinggi untuk terkena tumor otak pada kemudian hari. Selain itu, bila di dalam keluarga ada beberapa orang yang terkena tumor otak, maka risiko anggota keluarga lainnya untuk terkena tumor otak pada kemudian hari akan meningkat.

Apakah tumor otak dapat dicegah?

Sampai sejauh ini, penyebab terjadinya tumor otak tidak dapat diketahui secara pasti. Karena itu, tidak ada pencegahan spesifik untuk menghindari terjadinya tumor otak ini.

Walaupun demikian, berdasarkan sumber yang dilansir dari American Brain Tumor Association, ibu yang selama hamilnya banyak mengonsumsi sayur dan buah, anak-anak yang banyak mengonsumsi sayur dan buah, serta riwayat cacar air pada masa lampau ternyata dapat menurunkan risiko terjadinya tumor otak pada kemudian hari.

0 Komentar

Belum ada komentar