Sukses

Sakit Kepala dan Pusing Ternyata Dua Hal yang Berbeda

Mungkin selama ini Anda tidak tahu, bahwa sakit kepala dan pusing adalah dua kondisi yang berbeda. Apa yang membuat keduanya berbeda? Yuk, baca selengkapnya di sini!

Ketika menyampaikan apa yang dirasakannya ke orang lain atau ke dokter, seseorang sering kali salah mengartikan “sakit kepala” dan “pusing”. Bahkan penggunaan dua istilah ini terkadang digunakan saling menggantikan, padahal sebenarnya “sakit kepala” dan “pusing” merupakan dua hal yang berbeda.

Kesalahan penyampaian ini dapat mengakibatkan kekeliruan pengarahan diagnosis, tidak tepatnya pengobatan, dan berujung pada keluhan yang tidak kunjung mereda atau kerap berulang.

Sebenarnya, apa perbedaan “pusing” dan “sakit kepala”?

Memahami Kondisi Pusing

Dalam bahasa Inggris, pusing berarti “dizzy”. Saat menyampaikan ke dokter bahwa Anda merasakan pusing atau dizzy, maka keluhan Anda mengarahkan pada dua kondisi:

  • Lightheadedness atau kliyengan.

Saat kliyengan, seseorang akan merasa bahwa dirinya akan pingsan. Terkadang kliyengan juga bisa disertai dengan keluhan mual atau bahkan muntah. Walaupun merasa pusing dan kliyengan, namun orang yang bersangkutan tidak merasakan diri atau lingkungannya berputar, berbeda dengan apa yang terjadi pada vertigo.

  • Vertigo atau pusing berputar.

Vertigo adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya atau sekelilingnya berputar, padahal sebenarnya tidak. Dalam kondisi lanjut, vertigo dapat menyebabkan rasa mual yang hebat dan muntah serta gangguan keseimbangan saat berdiri/berjalan dan mengakibatkan penderitanya terjatuh.

Walaupun pusing ini dapat menyerang semua orang, namun pusing ternyata paling banyak dirasakan oleh orang yang lebih tua.

Hal yang melatar belakangi terjadinya pusing sangat beragam, di antaranya:

  1. Infeksi telinga dalam (labyrinthitis).
  2. Migrain. Pusing dapat muncul setelah serangan nyeri kepala.
  3. Stres atau cemas.
  4. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia).
  5. Tekanan darah rendah (hipotensi).
  6. Dehidrasi karena kurang asupan cairan saat beraktivitas, muntah, diare atau demam.

Memahami Kondisi Nyeri Kepala

Berkebalikan dengan pusing, nyeri kepala adalah kondisi di mana seseorang merasakan rasa sakit di seluruh atau sebagian area kepala. Pada nyeri kepala, orang tersebut tidak merasakan adanya gangguan keseimbangan dan tidak mengalami sensasi berputar.

Bergantung pada jenis nyeri kepalanya, lokasi nyeri bisa di seluruh kepala seperti (tension-type headache/TTH), satu sisi kepala (migraine), leher, sekitar mata (cluster headache), atau area-area tertentu di wajah.

Penyebab nyeri kepala ini pun beragam, di antaranya:

  1. Minum terlalu banyak alkohol.
  2. Benturan kepala.
  3. Sakit flu.
  4. Gangguan sendi rahang.
  5. Sinusitis atau radang pada rongga wajah.

Baik pusing maupun nyeri kepala, keduanya memerlukan penanganan tersendiri yang terpisah berdasarkan penyebab spesifiknya.

Dengan mengetahui perbedaan antara pusing dan nyeri kepala, diharapkan keluhan yang disampaikan saat pemeriksaan ke dokter menjadi lebih sesuai dan tepat sehingga penanganan yang didapatkan juga menjadi lebih optimal.

0 Komentar

Belum ada komentar